Kinerja BPR/BPRS Tumbuh di 2026, Aset Tembus Rp236 Triliun

Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela Selasa, 02 Juni 2026 17:17 WIB
Kinerja BPR/BPRS Tumbuh di 2026, Aset Tembus Rp236 Triliun

BPR./Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA — Industri Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS) menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi awal 2026. Hingga Maret 2026, sektor ini masih mencatatkan pertumbuhan positif yang didorong oleh peningkatan aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset BPR/BPRS tumbuh 3,70% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp236,69 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas intermediasi yang tetap berjalan baik di tengah tantangan ekonomi.

“Industri BPR dan BPRS tetap tumbuh positif dengan indikator keuangan yang baik dan terjaga,” tulis OJK dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Selain aset, penyaluran kredit dan pembiayaan juga mengalami peningkatan. OJK mencatat kredit/pembiayaan BPR/BPRS tumbuh 2,83% YoY menjadi Rp176,96 triliun. Sementara itu, dari sisi pendanaan, DPK ikut meningkat sebesar 3,16% YoY menjadi Rp165,49 triliun.

Kondisi ini diperkuat oleh struktur permodalan yang sangat memadai. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) industri tercatat sebesar 27,20%, jauh melampaui batas minimum yang ditetapkan regulator. Hal ini menunjukkan kemampuan industri dalam menyerap risiko sekaligus menjaga stabilitas keuangan.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan, BPR/BPRS juga terus memperkuat manajemen risiko. OJK menyebut upaya tersebut dilakukan melalui penerapan tata kelola yang baik dalam penyaluran kredit, pemantauan pasca-pencairan secara intensif, serta pembentukan cadangan kerugian sesuai ketentuan.

Peran strategis BPR/BPRS dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga tetap terjaga. Hingga Maret 2026, porsi kredit UMKM mencapai 50,07% dari total pembiayaan, menegaskan komitmen industri dalam memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha kecil.

Meski demikian, OJK menilai ruang pertumbuhan masih terbuka lebar. Industri didorong untuk meningkatkan penyaluran kredit melalui kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan lainnya, sehingga kapasitas pembiayaan dan jangkauan layanan semakin luas.

Selain itu, partisipasi aktif dalam program pembiayaan bersama OJK dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga menjadi kunci untuk mempercepat inklusi keuangan di berbagai wilayah.

Dengan kinerja yang tetap solid dan peran vital dalam pembiayaan UMKM, BPR/BPRS dinilai akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online