GAS Fest 2026 Hadirkan Panggung Lintas Genre, Dihadiri Ribuan Penonton
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Ilustrasi judi oline. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menyebut korban judi online sudah menyasar kalangan anak-anak usia di bawah 10 tahun.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan pemain judi online anak-anak berdasarkan data dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) sebesar 2% atau 80.000.
Irfan mengatakan anak-anak terpapar judi online berawal dari game online. Bahkan sebagian diantaranya menggunakan dana dari pinjaman online untuk bermain judi online.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Perintahkan untuk Sikat Bandar Judi Online
Menurutnya Indonesia sedang darurat judi online, oleh karena itu perlu bersama-sama memberantasnya. Termasuk BEI DIY ambil peran di dalamnya melakukan sosialisasi investasi yang benar, salah satunya di pasar modal.
"Kalau gak di edukasi sejak dini, bagaimana mau mencapai Indonesia emas," ucapnya, Sabtu (16/11/2024).
Dia menjelaskan, salah satu upayanya adalah dengan memperbanyak Galeri Investasi (GI) di Indonesia dan DIY, termasuk di dalamnya GI Syariah. Menurutnya keberadaan GI tidak hanya berperan sebagai tempat edukasi pasar modal, namun juga untuk mendorong literasi dan inklusi.
GI terus dikembangkan menjadi pusat data pasar modal hingga pusat pengabdian masyarakat. Sebab kampus punya program pengabdian, kampus juga punya desa binaan, dan SMA/SMK binaan. Di desa dan sekolah binaan ini bisa dibuat GI satelit.
"GI juga kami tumbuh kembangkan menjadi pusat magang mahasiswa, kami ciptakan duta-duta pasar modal," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan melalui GI, literasi dan inklusinya ditekankan. Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan (IJK) melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. "Harapannya angka [judi online] bisa turun," lanjutnya.
Irfan mengatakan BEI DIY membentuk kelompok studi pasar modal di kampus-kampus hingga komunitas. Bersama duta pasar modal baik konvensional dan syariah bersinergi membuat program finance for kids. Kolaborasi dengan berbagi pihak terkait sosialisasi dan edukasi.
Di DIY total ada 48 GI, empat di antaranya GI Syariah, berada di kampus dan komunitas. "Untuk tumbuhkan literasi dan inklusi di pasar modal," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GAS Fest 2026 di Stadion Mandala Krida Jogja menghadirkan TIPE-X, Aftershine, Dipha Barus hingga Mentik Wangi dalam konser lintas genre.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.