Disdikpora DIY Susun SOP Pencegahan Kekerasan di Sekolah, Ditarget Rampung 3 Bulan
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Ilustrasi pinjaman online (pinjol) (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menyebut guru menjadi salah satu sasaran utama literasi keuangan. Pasalnya, pengakses pinjaman online (pinjol) baik legal dan ilegal paling tinggi berasal dari profesi guru. Angkanya, menurut mereka, secara nasional mencapai 42%.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto mengatakan ada banyak program untuk mendorong literasi di lembaga pendidikan. Salah satunya OJK punya buku panduan literasi keuangan mulai dari tingkat TK sampai mahasiswa. Literasi terus diberikan kepada mahasiswa dan pelajar, di dalamnya beririsan dengan guru. "42 persen data secara nasional, guru yang mengakses pinjol baik legal dan ilegal," ucapnya, Senin (25/11/2024).
Dia menjelaskan kemudahan yang ditawarkan Pinjol menyebabkan banyak diakses masyarakat termasuk guru. Bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Lebih lanjut Eko mengatakan melalui edukasi yang masif diharapkan para guru mengakses layanan jasa keuangan yang formal, termasuk saat mengakses Pinjol memilih yang legal. Saat ini Pinjol legal dan berizin ada 97 dan Pinjol ilegal yang diblokir lebih dari 9.000. "Segmen edukasi kepada guru jadi prioritas, edukasi sosialisasi agar bisa memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang formal," jelasnya.
Eko menjelaskan sangat mudah untuk mengecek layanan jasa keuangan legal atau ilegal. Bisa melalui Call Center 081 157 157 157, juga sosial media baik Instragram dan X. Selain itu, OJK juga menyiapkan berbagai kanal untuk memudahkan masyarakat mengecek.
Dia menyayangkan saat ini masyarakat masih ada yang enggan melakukan pengecekan apakah legal atau ilegal. "Ini jadi keprihatinan kami, harus lebih masif edukasi bersama stakeholder dan industri jasa keuangan lainnya," tuturnya.
Menurutnya, OJK punya tiga mandat yang harus dijalankan, yakni pengaturan, pengawasan ke seluruh sektor jasa keuangan, serta melindungi masyarakat dan konsumen. Upaya OJK DIY melindungi masyarakat dan konsumen dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. "Untuk selalu memastikan layanan jasa keuangan yang dipilih legal dan logis."
BACA JUGA: 489 Platform Keuangan Ilegal DIblokir, Ada Pinjol hingga Investasi
Senada, Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menyampaikan literasi keuangan di dunia pendidikan sangat penting. Ia menyebut ekonomi ke depan akan dipegang oleh adik-adik siswa usia sekolah. Sehingga penting untuk memberikan pengetahuan bijak dalam mengatur keuangan.
Oleh karena itu untuk menyampaikan pesan ini edukasi perlu diberikan kepada guru hingga kepala sekolah. Baik tentang produk-produk hingga risikonya. Menurutnya Bank BPD DIY punya program Bank Goes to School. Bank BPD DIY aktif ke sekolah-sekolah dan bisa diundang ke sekolah untuk memberikan pembelajaran. "Transformasinya lewat guru dan kepala sekolah, harus diedukasi kaitannya dengan masalah keuangan ini," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.