Dispar DIY Siapkan 4 Strategi agar Belanja Wisman Meningkat
Dispar DIY menyiapkan empat strategi untuk meningkatkan belanja wisman, mulai dari wisata premium hingga digitalisasi pembayaran.
Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, yang digelar pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta. (istimewa BEI)
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpeluang memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif untuk memperkuat permodalan. Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan DIY pun mendorong UMKM potensial, perusahaan rintisan atau startup, hingga perusahaan daerah mulai mengenal peluang pendanaan tersebut.
Dorongan ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas jumlah investor di pasar modal. BEI juga ingin ekosistem pasar modal dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha, terutama dalam mendukung pengembangan bisnis dan peningkatan kapasitas perusahaan.
Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY, Irfan Noor Riza, mengatakan pasar modal memiliki peluang besar untuk terus berkembang di DIY dan wilayah sekitarnya. Menurutnya, masyarakat perlu semakin mengenal pasar modal sebagai salah satu sarana membangun masa depan keuangan melalui investasi yang cerdas, terencana, dan bertanggung jawab.
Namun, Irfan menegaskan fungsi pasar modal tidak terbatas pada aktivitas investasi masyarakat. Instrumen tersebut juga dapat membuka peluang pendanaan bagi perusahaan yang memiliki kesiapan dan memenuhi ketentuan untuk mengakses pasar modal.
"Kami berharap semakin banyak UMKM potensial, startup, dan perusahaan daerah yang mulai melihat pasar modal sebagai alternatif untuk memperkuat permodalan, meningkatkan kapasitas usaha, dan naik kelas," ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (7/11/2026).
BEI DIY, lanjut Irfan, berkomitmen menjadi mitra strategis bagi masyarakat dan dunia usaha. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pasar modal yang inklusif sekaligus produktif.
"Kami ingin pasar modal tidak hanya menghadirkan lebih banyak investor, tetapi juga melahirkan lebih banyak perusahaan daerah yang tumbuh, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Yogyakarta," ujarnya.
Salah satu upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pasar modal dilakukan melalui penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan kepada masyarakat sebelum memulai perjalanan investasi.
Irfan mengatakan pengenalan pasar modal perlu disertai pemahaman dan perencanaan yang memadai. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil langkah awal secara lebih terukur sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan masing-masing.
"Sejalan dengan tema yang diusung, satu langkah awal yang disertai pengetahuan, perencanaan, dan konsistensi diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dalam mempersiapkan masa depan," paparnya.
CMSE 2026 diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kegiatan tersebut berlangsung pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta. CMSE tahun ini mengusung tema "Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan".
Melalui tema tersebut, penyelenggara mengajak masyarakat mengenal pasar modal lebih dekat. Masyarakat juga didorong memulai investasi dengan bekal pengetahuan, perencanaan, dan pemahaman mengenai risiko.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan CMSE 2026 digelar ketika jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah.
Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal tercatat sebanyak 32.723.392 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi alasan penting bagi BEI untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal. Menurut Jeffrey, masyarakat tidak cukup hanya mengenal investasi, tetapi juga perlu memahami karakteristik produk, potensi risiko, serta pentingnya menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan dan tujuan keuangan.
Perluasan edukasi tersebut turut dilakukan melalui rangkaian Road to CMSE 2026. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal di berbagai daerah.
Jeffrey mengibaratkan investasi seperti lari maraton. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan memulai atau seberapa jauh seseorang ingin melangkah, tetapi juga oleh persiapan dan konsistensi dalam menjalani prosesnya.
Ia menambahkan setiap orang memiliki titik awal, kemampuan, dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mengenali berbagai pilihan instrumen investasi dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan serta profil risiko masing-masing.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah pertumbuhan jumlah investor. Penambahan investor perlu diikuti pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispar DIY menyiapkan empat strategi untuk meningkatkan belanja wisman, mulai dari wisata premium hingga digitalisasi pembayaran.
WhatsApp menguji fitur perluas foto berbasis Meta AI di iPhone. Pengguna bisa mengubah bingkai gambar langsung sebelum membagikannya.
Simak tujuh tips memilih baju lari wanita, mulai dari bahan, sports bra, ukuran, jahitan, hingga outfit sesuai cuaca.
Carlos Alcaraz menyelamatkan dua match point Taylor Fritz dan mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Paris Masters 2026.
Veda Ega Pratama menerima empat hukuman di Moto3 2026, mulai dari Long Lap Penalty hingga penalti turun enam posisi start.
Polda DIY memperkuat Satgas Pagar untuk mencegah premanisme, kejahatan jalanan, tawuran, hingga perusakan fasilitas umum.