Pemda DIY Hentikan Sementara Menu MBG yang Diduga Bermasalah
Pemda DIY menghentikan sementara menu MBG yang diduga memicu gangguan kesehatan puluhan siswa di Kulonprogo. Investigasi dan pengujian sampel makanan masih berl
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta optimistis target penambahan investor DIY tahun ini sebesar 40.000 investor bisa tercapai. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BEI Yogyakarta Irfan Noor Riza.
Dia mengatakan sepanjang 2024 pertumbuhan pasar modal di DIY cukup menggembirakan. Hingga akhir September 2024 jumlah investor di DIY mencapai 216.798 investor. Jika dibandingkan September 2023 yang masih berjumlah 174.081 investor, maka dalam setahun jumlah investor DIY mengalami pertumbuhan 24,54%.
Pertumbuhan investor di DIY per bulan rata-rata sebesar 3.343 investor selama tahun 2024. "Kami optimis target penambahan 40.000 investor akan tercapai sampai dengan akhir 2024," ucapnya, Rabu (18/12/2024).
BACA JUGA: Upah Minimum Kabupaten dan Kota di DIY Diumumkan, Tertinggi Kota Jogja Naik Rp160 Ribu
Menurutnya investor DIY didominasi oleh investor berusia 31-40 tahun sebesar 28,63%, diikuti dengan investor berusia 18-25 tahun sebesar 26,33%, investor berusia 26-30 tahun sebesar 24,69%, dan investor berusia 41 tahun keatas sebanyak 20,35%.
Lebih lanjut dia mengatakan dari angka tersebut, berdasarkan profesi, investor DIY terbanyak adalah berprofesi sebagai pegawai swasta sebanyak 37,74 %. "Disusul dengan berprofesi sebagai pelajar dan mahasiswa sebanyak 20,12%," jelasnya.
Sebelumnya Irfan mengatakan salah satu upaya BEI DIY dalam mendorong peningkatan investor adalah melalui event. Ia menyebut edukasi keuangan khususnya pasar modal penting untuk meningkatkan jumlah investor lokal.
Melalui kerjasama dengan berbagai sekuritas dan komunitas diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda dapat lebih memahami dan tertarik untuk memulai perjalanan investasi di pasar modal.
"Demi mewujudkan masa depan finansial yang lebih baik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menghentikan sementara menu MBG yang diduga memicu gangguan kesehatan puluhan siswa di Kulonprogo. Investigasi dan pengujian sampel makanan masih berl
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.