Keraton Yogyakarta Buka Suara soal Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY memperkirakan adanya penambahan lima Galeri Investasi (GI) baru pada 2025. Kepala BEI DIY, Irfan Noor Riza, mengatakan hingga September 2025 sudah terdapat dua Galeri Investasi baru yang siap diresmikan di perguruan tinggi di wilayah DIY.
Dua galeri tersebut kini hanya menunggu seremonial peresmian dalam waktu dekat. Selain itu, masih ada tiga calon Galeri Investasi lain yang prosesnya hampir rampung. Irfan optimistis seluruhnya dapat selesai sebelum akhir 2025.
“Jika kelima galeri yang sedang dalam proses ini selesai semua, maka penambahan tahun 2025 akan mencapai lima Galeri Investasi, melampaui target awal,” ujarnya.
Irfan menjelaskan, penambahan Galeri Investasi tahun ini tidak hanya di perguruan tinggi. BEI DIY juga menargetkan pembentukan GI di kantor pemerintah daerah, kalurahan atau desa, serta Galeri Investasi Edukasi di sekolah-sekolah, baik SMA maupun SMK.
Menurutnya, penempatan Galeri Investasi di berbagai lokasi tersebut terbukti efektif menjangkau generasi muda, kalangan akademisi, dan masyarakat luas di DIY. Segmen ini dinilai sebagai calon investor potensial dengan tingkat literasi finansial yang terus meningkat.
Lebih lanjut, Irfan menyampaikan bahwa penambahan GI merupakan hasil kolaborasi antara BEI Kantor Perwakilan Yogyakarta, jaringan Galeri Investasi BEI, anggota bursa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat DIY yang kini semakin melek investasi.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal agar semakin banyak masyarakat DIY yang dapat memanfaatkan pasar modal sebagai sarana membangun kekayaan dan mencapai tujuan finansial mereka,” ujarnya.
Sebelumnya, Irfan menyebut keberadaan Galeri Investasi menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat masyarakat DIY berinvestasi di pasar modal. BEI DIY bersama jejaring 63 GI di DIY terus melakukan edukasi terarah melalui program seperti Sekolah Pasar Modal, Guruku Investor Saham, Capital Market Summit & Expo (CMSE), serta berbagai kegiatan literasi lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.