Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sepekan pertama Januari 2025, harga pangan secara umum masih fluktuatif. Bawang merah naik menjadi Rp41.660 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah turun menjadi Rp40.520 per per kg.
Merujuk pada data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (7/1/2025), pukul 06.50 WIB secara umum harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium naik 2,26 persen atau Rp350 menjadi Rp15.830 per kg.
BACA JUGA: Harga Cabai Kian Melejit di Awal Tahun 2025, Tembus Rp76.000 per Kilogram
Kemudian beras medium juga naik 2,80 persen atau Rp380 menjadi Rp13.930 per kg; sedangkan beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog turun 1,44 persen atau Rp180 menjadi Rp12.300 per kg.
Selanjutnya komoditas bawang merah terpantau naik 1,61 persen atau Rp660 menjadi Rp41.660 per kg; begitu pun bawang putih bonggol naik 4,47 persen atau Rp1.920 menjadi Rp44.880 per kg.
Sementara itu, harga komoditas cabai merah keriting turun hingga 3,94 persen atau Rp2.030 menjadi Rp49.520 per kg; lalu cabai rawit merah juga turun di level 43,15 persen atau Rp30.740 menjadi Rp40.520 per kg.
Lalu, harga daging sapi murni turun 9,78 persen atau Rp13.220 menjadi Rp121.920 per kg; sedangkan daging ayam ras naik 6,78 persen atau Rp2.570 menjadi Rp40.500 per kg; begitu pun telur ayam ras juga naik 6,74 persen atau Rp2.070 menjadi Rp32.790 per kg.
Komoditas kedelai biji kering (impor) juga terpantau turun 10,87 persen atau Rp1.130 menjadi Rp9.270 per kg; sedangkan gula konsumsi naik 0,83 persen atau Rp150 menjadi Rp18.170 per kg.
Selanjutnya minyak goreng kemasan sederhana naik 3,85 persen atau Rp740 menjadi Rp19.970 per kg; sedangkan minyak goreng curah turun 1,20 persen atau Rp210 menjadi Rp17.270 per kg.
Kemudian komoditas tepung terigu curah naik 0,81 persen atau Rp80 menjadi Rp9.990 per kg; begitu pula terigu non curah juga naik 7,14 persen atau Rp920 menjadi Rp13.810 per kg.
Sementara itu, harga jagung di tingkat peternak naik hingga 19,26 persen atau Rp1.200 menjadi Rp7.430 per kg; sedangkan harga garam halus beryodium turun 4,73 persen atau Rp540 menjadi Rp10.870 per kg.
Kemudian, untuk harga ikan kembung terpantau turun 3,93 persen atau Rp1.510 menjadi Rp36.880 per kg; sedangkan ikan tongkol naik 1,20 persen atau Rp390 menjadi Rp32.890 per kg; sementara ikan bandeng turun 15,16 persen atau Rp5.080 menjadi Rp28.440 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.