Cara Cek Status Tiket Garuda dan Citilink Imbas Erupsi Anak Krakatau
Simak cara cek status tiket dan penerbangan Garuda Indonesia serta Citilink yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Foto ilustrasi telur. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan di tengah penurunan produksi yang dipengaruhi cuaca. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga cabai, sementara harga telur ayam ras juga menjadi perhatian pemerintah.
Budi menjelaskan produksi cabai di tingkat petani mengalami penurunan akibat faktor musim dan kondisi cuaca. Dampaknya, harga cabai di tingkat konsumen ikut meningkat.
"Cabai ini salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga musiman. Pada musim tertentu, apalagi sekarang, ini memang produksinya lagi turun," kata Budi di Jakarta, dikutip Minggu (11/10/2026).
Harga Cabai Rawit Rata-Rata Rp70.000 per Kg
Budi mencatat harga rata-rata nasional cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata normal yang biasanya berada di kisaran Rp57.000 per kilogram.
Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan asosiasi petani cabai. Langkah ini dilakukan untuk mendorong optimalisasi produksi di tengah tantangan cuaca.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat (9/10/2026) menunjukkan harga sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan.
Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp103.050 per kilogram, naik 2,49% atau Rp2.500 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang mencapai Rp84.150 per kilogram. Harganya meningkat 12,65% secara harian.
Sementara itu, cabai merah besar naik 11,64% atau Rp7.350 menjadi Rp70.500 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau meningkat 9,11% atau Rp6.400 menjadi Rp76.700 per kilogram.
Harga Telur Ayam Masih di Bawah Acuan
Selain cabai, pemerintah turut memantau perkembangan harga telur ayam ras. Budi menyampaikan harga rata-rata nasional telur ayam ras berada di level Rp26.800 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan harga telur tersebut justru menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam. Harga telur beberapa waktu lalu dilaporkan berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram.
Harga yang terlalu rendah sempat memicu keluhan peternak karena pendapatan mereka kesulitan menutup biaya pakan. Bahkan, kondisi tersebut berujung pada aksi membuang hasil panen.
Pemerintah menetapkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) atau Harga Eceran Tertinggi (HET) telur sebesar Rp30.000 per kilogram sejak Juni 2024. Budi mengatakan angka tersebut telah memperhitungkan biaya produksi, ongkos distribusi, dan kemampuan daya beli masyarakat.
"Jangan sampai harga terlalu rendah nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup, ya telur tidak ada, justru telur langka dan menjadi mahal. Tetapi kita juga hitung berapa harga pasnya, jangan sampai konsumen terbebani," ungkap Budi.
Berdasarkan data PIHPS Nasional hingga Jumat (9/10/2026), harga telur ayam komersial segar justru tercatat turun 0,5% atau Rp150 menjadi Rp29.700 per kilogram.
Perbedaan angka tersebut perlu dicermati berdasarkan sumber dan waktu pencatatannya. Harga rata-rata Rp26.800 per kilogram merupakan angka yang disampaikan Mendag, sedangkan Rp29.700 per kilogram merujuk pada data PIHPS untuk telur ayam komersial segar.
Menjaga Keseimbangan Harga bagi Peternak dan Konsumen
Pemerintah menghadapi tantangan menjaga keseimbangan harga pangan agar tidak memberatkan konsumen sekaligus tetap memberikan ruang bagi produsen untuk menutup biaya usaha.
Pada komoditas cabai, penurunan produksi akibat cuaca menjadi salah satu faktor yang disebut memengaruhi kenaikan harga. Sementara itu, pada telur ayam ras, pemerintah menilai harga perlu dijaga agar tidak terlalu rendah hingga merugikan peternak maupun terlalu tinggi bagi konsumen.
Kemendag menyatakan telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong produksi. Adapun harga acuan telur digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menjaga keseimbangan kepentingan peternak dan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak cara cek status tiket dan penerbangan Garuda Indonesia serta Citilink yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Veda Ega Pratama naik ke posisi ketujuh klasemen Moto3 2026 usai finis keenam di Mandalika dengan koleksi 115 poin.
Kekeringan melanda SDN Jatiroto Girimulyo, Kulonprogo. Siswa membawa air dari rumah hingga Pemkab dan Baznas menyalurkan bantuan.
Kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz. Seluruh awak dilaporkan selamat, sedangkan penyebab insiden diselidiki.
Indonesia memulangkan 30.190 koleksi Dubois dan 20 benda budaya dari Belanda, termasuk temuan Homo erectus dan artefak bersejarah.
Restitusi pajak hingga September 2026 turun 38,08% menjadi Rp198,7 triliun. Kemenkeu mulai melonggarkan pencairan bagi UMKM dan industri padat karya.