Harga Cabai dan Telur Naik, Mendag Ungkap Faktor Pemicu
Mendag Budi Santoso menyebut cuaca dan penurunan produksi memengaruhi harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp70.000 per kg.
Penjual beras di Pasar Tradisional. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Selasa (22/9/2026) cenderung stabil. Namun, sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai, masih mencatat kenaikan harga berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 22 September 2026.
Kenaikan juga terjadi pada harga bawang merah ukuran sedang, meski hanya tipis 0,54% menjadi Rp37.450 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang turun 0,38% menjadi Rp39.050 per kilogram.
Sementara itu, seluruh varian beras tercatat tidak mengalami perubahan harga.
Beras kualitas bawah I bertahan di Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di Rp14.700 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium I dan II, masing-masing tetap di harga Rp16.600 dan Rp16.400 per kilogram. Adapun beras kualitas super I dan super II juga stabil di angka Rp17.900 dan Rp17.350 per kilogram.
Harga Semua Jenis Cabai Naik
Berbeda dengan beras, harga seluruh jenis cabai yang tercatat dalam data PIHPS masih bergerak naik.
Harga cabai merah besar meningkat 1,86% menjadi Rp57.650 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni 4,55% menjadi Rp70.050 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok cabai rawit. Harga cabai rawit hijau naik 2,63% menjadi Rp68.200 per kilogram.
Adapun cabai rawit merah menguat 1,93% menjadi Rp95.000 per kilogram.
Harga Daging Ayam Turun
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan 0,94% menjadi Rp42.200 per kilogram.
Di sisi lain, harga daging sapi kualitas I naik tipis 0,1% menjadi Rp152.500 per kilogram. Daging sapi kualitas II juga mengalami kenaikan 0,03% menjadi Rp143.050 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar tidak mengalami perubahan dan tetap berada di Rp30.000 per kilogram.
Harga Gula dan Minyak Goreng
Untuk komoditas gula pasir, harga gula pasir kualitas premium bertahan di Rp20.350 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir lokal mengalami kenaikan tipis 0,26% menjadi Rp19.150 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, seluruh varian juga tercatat stabil.
Minyak goreng curah bertahan di Rp20.400 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I tetap di Rp24.350 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II berada di Rp23.500 per kilogram.
Dengan demikian, pergerakan harga pangan pada 22 September 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil pada sejumlah komoditas utama. Beras, telur ayam ras, dan minyak goreng tidak mengalami perubahan harga, sementara kenaikan paling terlihat terjadi pada berbagai jenis cabai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Mendag Budi Santoso menyebut cuaca dan penurunan produksi memengaruhi harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp70.000 per kg.
Xiaomi merekrut tenaga otomotif di Australia dan menyiapkan ekspansi mobil setir kanan pada 2028. Indonesia berpeluang menjadi salah satu pasar.
Kenali ciri orang perfeksionis, mulai dari takut gagal hingga sulit menerima kritik, serta cara mengelola standar tinggi agar tidak membebani diri.
UGM menjadi kampus terbaik Indonesia versi QS Asia 2027. Simak daftar 20 universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi di Asia.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan peran kader Posyandu hingga tingkat desa untuk mempercepat proses registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos
Audi menyiapkan investasi hingga US$7 miliar untuk pabrik di Georgia, AS. Proyek ini berpotensi menyerap 7.500 pekerja.