Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyebut inflasi di 2025 akan dipengaruhi beberapa faktor. Seperti kebijakan dari pemerintah hingga faktor musim.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% kemungkinan akan mempengaruhi beberapa hal. Lalu kenaikan harga eceran tertinggi [HET] LPG 3 kg juga memberikan pengaruh di awal, dan kedepan akan melandai.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Subianto Umumkan Sekolah Libur Selama Ramadan? Cek Faktanya di Sini
Menurutnya kebijakan diskon tarif listrik 50% dari pemerintah juga berpengaruh. Ini akan menjadi potret secara keseluruhan, tidak hanya pelanggan daya 2.200 Volt Ampere (VA) ke bawah saja. Seperti apa rata-rata perkembangan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Inflasi salah satunya dipengaruhi adanya kebijakan yang berkaitan dengan jasa atau barang yang dikonsumsi masyarakat," tuturnya Selasa (14/1/2025).
Faktor lain yang mempengaruhi inflasi adalah komoditas yang bergantung pada musim. Seperti tanaman hortikultura, bawang merah, cabai, beras, jagung, hingga buah-buahan.
"Apakah musim tahun ini untuk komoditas pertanian akan lebih kondusif dari tahun lalu, kalau kondusif akan meningkatkan produktivitas," ucapnya.
Sebaliknya, kata Herum, jika musim kurang kondusif juga akan berpengaruh pada produktivitas. Ia menyebut faktor global pengaruhnya juga cukup tinggi pada inflasi seperti harga emas. Bahkan harga kopi saat ini juga dipengaruhi faktor global.
Dalam mengendalikan inflasi di DIY diperlukan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY. Misalnya saat terjadi paceklik dan harga naik bisa melakukan kerjasama antar daerah (KAD). "Mendatangkan komoditas yang produksinya tidak mencukupi di DIY," jelasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY berada di kisaran 4,7%-5,5% pada 2025. Inflasi masih di kisaran yang sama yakni 2,5% plus minus 1%.
"Inflasi terkendali di 2,5% plus minus 1%, pada 2024 dan 2025 dalam range tersebut," kata Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.