Ekonomi DIY Bisa Tembus 6 Persen, KADIN: Syarat Belanja Wisatawan Naik
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyebut inflasi di 2025 akan dipengaruhi beberapa faktor. Seperti kebijakan dari pemerintah hingga faktor musim.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% kemungkinan akan mempengaruhi beberapa hal. Lalu kenaikan harga eceran tertinggi [HET] LPG 3 kg juga memberikan pengaruh di awal, dan kedepan akan melandai.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Subianto Umumkan Sekolah Libur Selama Ramadan? Cek Faktanya di Sini
Menurutnya kebijakan diskon tarif listrik 50% dari pemerintah juga berpengaruh. Ini akan menjadi potret secara keseluruhan, tidak hanya pelanggan daya 2.200 Volt Ampere (VA) ke bawah saja. Seperti apa rata-rata perkembangan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Inflasi salah satunya dipengaruhi adanya kebijakan yang berkaitan dengan jasa atau barang yang dikonsumsi masyarakat," tuturnya Selasa (14/1/2025).
Faktor lain yang mempengaruhi inflasi adalah komoditas yang bergantung pada musim. Seperti tanaman hortikultura, bawang merah, cabai, beras, jagung, hingga buah-buahan.
"Apakah musim tahun ini untuk komoditas pertanian akan lebih kondusif dari tahun lalu, kalau kondusif akan meningkatkan produktivitas," ucapnya.
Sebaliknya, kata Herum, jika musim kurang kondusif juga akan berpengaruh pada produktivitas. Ia menyebut faktor global pengaruhnya juga cukup tinggi pada inflasi seperti harga emas. Bahkan harga kopi saat ini juga dipengaruhi faktor global.
Dalam mengendalikan inflasi di DIY diperlukan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY. Misalnya saat terjadi paceklik dan harga naik bisa melakukan kerjasama antar daerah (KAD). "Mendatangkan komoditas yang produksinya tidak mencukupi di DIY," jelasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY berada di kisaran 4,7%-5,5% pada 2025. Inflasi masih di kisaran yang sama yakni 2,5% plus minus 1%.
"Inflasi terkendali di 2,5% plus minus 1%, pada 2024 dan 2025 dalam range tersebut," kata Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.