Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi 0,31% pada Juli 2026
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY mengaku optimis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2025 akan melanjutkan tren positif di kisaran 4,8-5,6%. Kepala BI Perwakilan DIY, Ibrahim mengatakan ada tiga faktor pendorong pertumbuhan ekonomi DIY tetap kuat.
Pertama, aktivitas domestik yang masih terjaga seiring dengan kuatnya konsumsi masyarakat disertai dengan kenaikan UMP 2025. Kedua, penguatan interkoneksi antar wilayah (Joglo-Semar), dan terakhir permintaan ekspor dari negara mitra dagang utama yang tetap terjaga.
"BI DIY optimis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2025 diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif pada kisaran 4,8-5,6% (yoy)," ucapnya, Kamis (6/2/2025).
Meski optimis, BI DIY juga menyadari adanya beberapa tantangan perekonomian baik global maupun domestik. Menurutnya ini perlu diantisipasi agar pertumbuhan ekonomi DIY yang berkualitas dan berkesinambungan, tetap terjaga.
Ia menyebut sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda), BI, dan instansi terkait lainnya akan terus diperkuat guna meningkatkan perekonomian DIY. Beberapa langkah sinergi yang akan terus diperkuat adalah akselerasi konektivitas antar daerah, integrasi transportasi, dan penguatan promosi pariwisata.
Kemudian diversifikasi produk ekspor dengan mengidentifikasi produk lokal yang memiliki potensi pasar internasional, serta pemberian insentif dan kepastian berusaha dalam rangka menarik minat calon investor.
"Terdapat beberapa tantangan yang berasal dari perekonomian global maupun domestik perlu diantisipasi," ucapnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekonomi DIY pada 2024 tumbuh 5,03% (cumulative to cumulative/ctc) sedikit melambat dari 2023 sebesar 5,07%. Triwulan IV 2024 dibandingkan dengan triwulan IV 2023 terjadi pertumbuhan ekonomi 5,07% (year-on-year/yoy). Triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan III 2024 terjadi pertumbuhan 2,92% atau (quarter-to-quarter/qtq).
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan perekonomian regional Pulau Jawa spasial 2024, yang menggambarkan kinerja ekonomi masing-masing provinsi di Pulau Jawa, untuk DIY baik secara yoy dan ctc merupakan provinsi dengan pertumbuhan tertinggi. Di mana yoy tumbuh 5,07% sementara provinsi lain Jawa Timur 5,03% dan Jawa Barat 5,02%, Banten 5,02%, DKI Jakarta 5,01%, dan Jawa Tengah di bawah 5% yakni 4,96%.
Pertumbuhan secara ctc DIY 5,03% diikuti provinsi lain di Pulau Jawa yang angkanya di bawah 5%. Setelah DIY ada Jawa Barat dan Jawa Tengah 4,95%, Jawa Timur 4,93%, DKI Jakarta 4,90% dan Banten 4,79%.
"Pertumbuhan secara yoy dan secara ctc DIY merupakan provinsi dengan pertumbuhan terbesar," tuturnya. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.