Ekonom UGM Sebut PHK hingga Pengurangan Jam Kerja Bikin Daya Beli Masyarakat Turun

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 10 Maret 2025 18:17 WIB
Ekonom UGM Sebut PHK hingga Pengurangan Jam Kerja Bikin Daya Beli Masyarakat Turun

Ilustrasi rupiah. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kaprodi S3 Ilmu Ekonomi FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Catur Sugiyanto mengatakan saat ini daya beli masyarakat sudah menurun. Hal ini disebabkan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengurangan jam kerja, hingga berkurangnya kegiatan dampak dari efisiensi.

Menurutnya penurunan daya beli juga disebabkan karena dari sisi penjualan berkurang. Misalnya supplier hotel, resto, dan kafe. Sebab tamu-tamu hotel hingga kafe juga berkurang karena mereka mengurangi belanja.

Catur mengatakan lebih jauh lagi dampaknya bisa menyasar sampai ke buruh tani, nelayan, peternak, dan lainnya. Sehingga secara makro bisa menurunkan kegiatan ekonomi nasional.

"Seberapa besar penurunannya saya perlu data untuk menghitungnya, sementara belum siap," ucapnya, Senin (10/3/2025).

Lebih lanjut dia mengatakan, tren penurunan daya beli bisa berlangsung jangka panjang. Hingga sektor-sektor yang terdampak efisiensi bisa bekerja kembali seperti semula.

BACA JUGA: Ada 10 Tindak Pencurian Selama Ramadan 2025, Polres Bantul Imbau Warga Lebih Tingkatkan Kewaspadaan

Ia mengatakan upaya yang bisa dilakukan untuk menyiasati hal ini adalah dengan membuka usaha-usaha baru, investasi baru, agar bisa menyerap tenaga kerja yang terkena PHK dan juga angkatan kerja baru. Menurutnya pemerintah bisa mendorong keringanan pajak dan bunga kredit, sehingga menjadi insentif investasi baru.

"[tren jangka panjang] tidak tahu, bisa 5 tahun atau lebih. Tergantung berapa tahun akan efisiensi anggaran ini," jelasnya.

Sebelumnya Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi (SV) UGM, Yudistira Hendra Permana mengatakan penurunan daya beli diperkirakan masih menghantui perekonomian Indonesia sepanjang 2025.

Ia berpandangan salah satu penyebabnya krisis global belum pulih sepenuhnya semenjak pandemi Covid. Kondisi global juga menghadapi krisis seperti ekonomi, energi, dan geopolitik. Sebagai bagian dari perekonomian global, kondisi ini juga berdampak ke Indonesia.

"Ini sesuatu yang jelas menyebabkan berbagai tekanan ekonomi bagi menurunnya kemampuan daya beli masyarakat," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online