PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Foto ilustrasi emas. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto menyebut prospek tabungan emas cukup bagus, sebab harga emas cenderung mengalami kenaikan meskipun terjadi fluktuasi. Menurutnya fluktuasi sifatnya jangka pendek.
Sementara untuk jangka panjang ia menyebut harga cenderung meningkat. Eko mencontohkan harga emas sekitar lima tahun lalu untuk logam mulia masih di bawah Rp700.000 per gram, namun saat ini sudah Rp1,7 juta. Artinya terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
"Prospeknya menurut saya bagus karena harga emas kalau kita lihat cenderung naik," ucapnya.
Ia menjelaskan terkait dengan tabungan emas sebelumnya Presiden telah meluncurkan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian sebagai bullion bank. Sebelum diluncurkan menurutnya mereka sudah punya produk pembiayaan dan menabung emas.
Apabila masyarakat mau menabung emas misalnya Rp100.000 akan dikonversi dengan harga emas hari itu. Kemudian tabungan emas akan tercatat dalam bentuk gram.
BACA JUGA: Hampir Dua Tahun Indonesia Tidak Punya Duta Besar di AS, Ekonom Sarankan Pengangkatan untuk Negosiasi Aturan Tarif
Lebih lanjut dia mengatakan ada juga yang disebut dengan kredit pembiayaan, beli emas dengan harga saat itu kemudian diangsur, misalnya 3 tahun. Sehingga ada kepastian besaran yang diangsur setiap bulan.
"Begitu tiga tahun kemudian mendapatkan emas dengan harga pembelian saat itu. Saat ini pemerintah dorong BSI dan Pegadaian yang selama ini sebenarnya usahanya sudah ada salah satu produknya itu," tuturnya.
Sebelumnya, Pegadaian Area Yogyakarta menyebut Gen Z dan milenial menjadi salah satu market yang potensial di DIY. Untuk bisa memanfaatkan berbagai produk dari Pegadaian seperti tabungan emas, cicil emas, hingga produk baru deposito emas. Pegadaian juga punya layanan gadai jika ada kebutuhan mendesak.
Vice President (VP) Pegadaian Area Yogyakarta, Mushonif menjelaskan keuntungan dari masing-masing produk. Pertama adalah tabungan emas. Menurutnya emas menjadi salah satu pilihan investasi yang aman sebab harganya terus melonjak.
Ia mencontohkan kenaikan harga emas tahun lalu sangat menjanjikan yakni mencapai 35% dari awalnya Rp1,2 juta per gram kini menjadi Rp1,6 juta-Rp1,7 juta per gram dalam satu tahun. "Saya pengen bangun itu, di Jogja paling banyak milenial dan Gen Z," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek