214 KDMP di DIY Beroperasi, Target 80 Persen Kalurahan pada 2026
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.
Ilustrasi rekening nasabah bank. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyatakan dalam situasi seperti saat ini dukungan yang diperlukan industri pariwisata adalah pendanaan.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan dukungan pendanaan akan mendorong industri pariwisata mencari strategi untuk pengembangan.
Menurutnya hal ini bisa terbantu dengan dukungan keringanan suku bunga perbankan. Ia berharap penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) bisa diikuti dengan penurunan suku bunga bank. Melalui dukungan ini Bobby optimis ekonomi akan berjalan baik.
"Teman-teman industri membutuhkan supporting pendanaan dengan dunia perbankan. Harapannya bunga perbankannya bisa menjadi supporting," katanya dikutip, Rabu (17/9/2025).
BACA JUGA: Liverpool vs Atletico Madrid: Skor 3-2, The Reds Menang Dramatis
Penurunan suku bunga tidak bisa langsung memberikan dampak pada industri. Namun dilihat dahulu sejauh mana suku bunga ini ditahan dalam waktu tertentu, sehingga industri bisa melakukan reinvestasi. Jika yang terjadi sebaliknya maka industri juga akan menanggung risikonya.
Diharapkan dalam tempo tertentu kebijakan ini bisa membantu industri pariwisata menggerakkan investasi. "Harapannya situasi bunga perbankan bisa mendukung industri," katanya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) OJK, Dian Ediana Rae mengatakan setelah BI menurunkan suku bunga menjadi 5 persen pada Agustus 2025 OJK terus mengimbau agar perbankan bisa secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya. Sehingga bisa sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat, dan tidak menciptakan persaingan bunga yang kurang sehat.
Ia mengatakan perbankan juga diminta untuk tetap menjaga transparansi dan perlindungan konsumen dalam menyampaikan informasi terkait produk perbankan.
Menurutnya penurunan BI Rate telah diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah pada Juli 2025 tercatat turun 36 bps untuk kredit investasi dan turun 20 bps untuk kredit modal kerja.
"Umumnya, penurunan BI Rate akan diikuti penurunan suku bunga kredit dengan jeda waktu beberapa periode," ujarnya.
Oleh karena itu, ia memperkirakan suku bunga kredit masih akan menurun sebagai respons dari penurunan BI Rate pada 2025. Ditambah lagi dengan ekspektasi penurunan suku bunga global pada triwulan IV 2025, OJK melihat masih terdapat ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut.
BACA JUGA: Paket Wisata dan Produk Kreatif Disiapkan di Bantul Selatan
Akan tetapi menurutnya penurunan suku bunga pada masing-masing bank akan tergantung pada strategi dan struktur biaya masing-masing bank, terutama terkait dengan biaya dana (Cost of Fund/CoF).
"Bank perlu mengelola strategi pendanaan mereka, khususnya untuk meningkatkan porsi dana murah, untuk menciptakan ruang penurunan suku bunga kredit."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.
Suraji meninggal setelah dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo. Korban meninggal akibat kebakaran di kawasan Bromo kini menjadi enam orang.
Danantara telah merampingkan 364 perusahaan dan menargetkan 700 perusahaan hingga akhir Desember 2026 untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi bisa muncul beberapa bulan setelah lahir. Kenali tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya skrining.
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital pada akhir 2026. Pendaftaran bukan jaminan otomatis menerima bansos.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi