Daya Saing Indonesia Merosot ke Peringkat 48, Infrastruktur Jadi Sorot
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Foto ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing pada pekan pertama November 2025 mencapai Rp4,58 triliun. Aliran modal asing terbesar dari pasar surat utang pemerintah atau surat berharga negara (SBN).
Hal itu terlihat dari data transaksi Senin (3/11/2025) sampai dengan Kamis (6/11/2025) yang menunjukkan nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp4,58 triliun, terdiri dari salah satunya jual neto di pasar SBN Rp4,42 triliun.
Aliran modal asing terbesar setelahnya yakni dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yakni Rp2,69 triliun. Akan tetapi, hal itu diimbangi oleh aliran modal asing masuk atau beli neto sebesar Rp2,54 triliun di pasar saham.
"Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 6 November 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp39,13 triliun di pasar saham, Rp0,91 triliun di pasar SBN dan Rp137,71 triliun di SRBI," terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui siaran pers, dikutip Minggu (9/11/2025).
Sejalan dengan perkembangan aliran modal asing, premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun per 6 November 2025 sebesar 75,49 basis poin (bps) atau naik dibandingkan 31 Oktober 2025 sebesar 73,03 bps.
CDS adalah sejenis perlindungan atau proteksi atas risiko kredit. Semakin tinggi premi CDS, semakin besar persepsi pasar bahwa risiko default atau gagal bayar utang meningkat.
Adapun nilai tukar rupiah pada Kamis (6/11/2025) ditutup pada level (bid) Rp16.690 per dolar Amerika Serikat (AS). Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun naik ke 6,17%, dan yield surat utang pemerintah AS atau US Treasury (UST) 10 tahun naik ke 4,083%.
Pada Jumat (7/11/2025), rupiah sedikit melemah saat dibuka pada level (bid) Rp16.695 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun turun ke 6,15%.
"Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 6 November 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp39,13 triliun di pasar saham, Rp0,91 triliun di pasar SBN dan Rp137,71 triliun di SRBI," terang Ramdan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.