KAI Daop 6 Tutup Pelintasan Liar Sentolo-Rewulu demi Keselamatan
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo (tengah) bersama Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Hermanto (paling kanan) saat acara Ngobrol Santai Bareng Media di Hotel Grand Rohan Jogja, Rabu (12/11/2025). Harian Jogja/Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY memperkirakan ekonomi DIY pada triwulan IV 2025 akan tumbuh di atas capaian triwulan III 2025, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencapai sebesar 5,40% secara tahunan (year-on-year/yoy). Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 serta belanja pemerintah diperkirakan menjadi faktor pendorong.
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 dan secara keseluruhan 2025 adalah 4,8%–5,6%. Dia mengatakan optimistis bisa di atas pertumbuhan 2024 sebesar 5,03%, sebab rentang di 2025 bisa sampai 5,6%. Saat ini, kata dia, secara kumulatif ekonomi DIY tumbuh 5,34%.
"Artinya kalau menggunakan asumsi yang moderat, mungkin hampir 5,3% bisa lebih tinggi dari realisasi 2024, proyeksi kami," ucapnya dalam acara Ngobrol Santai Bareng Media di Hotel Grand Rohan Jogja, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, konsumsi rumah tangga di akhir tahun diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2025, didorong momen Nataru 2025/2026. Selain Nataru, dia menyebut pada November 2025 akan ada bantuan sosial (bansos) dari pemerintah selama dua bulan, sehingga akan ada tambahan untuk konsumsi.
"Maka kami memperkirakan optimistis di 5,6%, moderat di 5,3%, dengan rentang 4,8%–5,6%," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan biasanya belanja pemerintah digenjot pada triwulan IV sehingga lebih tinggi dari triwulan III. Hermanto mengatakan berbagai kegiatan di triwulan IV akan berpengaruh pada lapangan usaha akomodasi serta makan dan minum. Dari beberapa hal ini, maka pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diperkirakan akan lebih tinggi dari triwulan III 2025.
"Kami memproyeksikan triwulan IV 2025 akan lebih tinggi dari triwulan III 2025, sehingga kami memperkirakan 4,8%–5,6% di keseluruhan tahun 2025," jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu dinamis, dipengaruhi oleh data historis dan dinamika yang terjadi baik secara domestik maupun global. Sehingga, kata dia, tidak bisa disampaikan secara spesifik, namun dalam kisaran tertentu.
"Fluktuasinya akan banyak dipengaruhi oleh berbagai aspek, berbagai variabel yang sering kali tidak terkendali," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m