BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul yang Ejek Korban Keracunan MBG
Pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG yang hilang ingatan. BGN DIY mengambil langkah pemberhentian dan evaluasi internal.
Ilustrasi pinjol atau pinjaman oline. - Foto dibuat oleh AI/Stokcake
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto, mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan pinjaman daring (Pindar). Dalam setiap kegiatan literasi keuangan, OJK DIY secara konsisten menyampaikan prinsip kehati-hatian kepada masyarakat.
Pertama, menurut Eko, masyarakat diminta menyikapi kemudahan akses keuangan, khususnya Pindar, secara bijak. Tidak hanya mempertimbangkan kemudahan memperoleh dana, tetapi juga menimbang kebutuhan serta kemampuan membayar angsuran secara tepat waktu dan tepat jumlah atas pinjaman yang diakses.
Selanjutnya, OJK DIY meminta masyarakat mengidentifikasi kembali urgensi meminjam melalui Pindar. Masyarakat juga diimbau memilih Pindar yang legal, yakni berizin dan diawasi OJK. Selain itu, masyarakat perlu memahami manfaat, tingkat bunga, jangka waktu, denda, serta risiko pinjaman.
“Hal ini penting dipahami karena bunga yang dikenakan peer-to-peer (P2P) lending lebih tinggi dibandingkan bunga pinjaman perbankan atau pembiayaan pada umumnya, dan jangka waktunya lebih pendek sehingga akan memengaruhi penagihannya,” ujarnya.
Eko juga meminta masyarakat memanfaatkan Pindar untuk kepentingan produktif. Menurutnya, kegiatan produktif berpotensi menghasilkan pemasukan, yang diharapkan sebagiannya dapat digunakan untuk mengangsur pinjaman.
Berdasarkan data yang dikelola OJK DIY, pemanfaatan layanan Pindar tercatat mengalami peningkatan. Pada posisi Agustus 2024, tercatat sebanyak 23.895 rekening lender dengan outstanding pinjaman sebesar Rp1.096 juta.
“Meningkat menjadi sebanyak 27.453 rekening lender dengan outstanding Rp1.258 juta pada posisi Agustus 2025,” lanjutnya.
Melansir dari JIBI/Bisnis.com, OJK melaporkan penyaluran pembiayaan industri P2P lending atau Pindar masih mengalami pertumbuhan hingga Agustus 2025, meskipun laju pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan outstanding pembiayaan industri P2P lending pada Agustus 2025 tumbuh 21,62 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), turun dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 22,01 persen yoy. “Dengan nominal sebesar Rp87,61 triliun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG yang hilang ingatan. BGN DIY mengambil langkah pemberhentian dan evaluasi internal.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.