Asita DIY Sebut Kelok 23 Bisa Buka Koridor Wisata Baru
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Penguatan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dinilai menjadi kunci menjaga kesinambungan perputaran ekonomi desa di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi perdesaan. Pakar Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rudy Suryanto, menegaskan keberadaan LKM berperan strategis dalam menopang sistem ekonomi lokal yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurut Rudy, LKM berfungsi sebagai simpul keuangan yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat desa. Tanpa dukungan lembaga keuangan mikro yang dikelola secara profesional, transaksi usaha warga berpotensi berjalan terpisah dan sulit berkembang secara berkelanjutan.
Dalam kerangka ekosistem ekonomi desa, LKM tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga pengelola arus kas dan pencatatan transaksi keuangan. Peran ini penting agar aktivitas usaha masyarakat terhubung dalam satu sistem ekonomi yang tertata.
Menurutnya keberfungsian lembaga keuangan lokal menjadi faktor penentu agar transaksi ekonomi masyarakat tidak terfragmentasi dan tetap terhubung dalam satu sistem yang tertata dan berkelanjutan. Ia menyampaikan LKM memiliki posisi strategis sebagai simpul keuangan yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi desa.
Rudy mengatakan, tanpa dukungan lembaga keuangan mikro yang dikelola secara profesional, aktivitas usaha masyarakat akan sulit berkembang secara berkelanjutan, sebab tidak ditopang oleh sistem pembiayaan dan pengelolaan keuangan yang memadai.
"Perputaran ekonomi desa membutuhkan lembaga yang mampu mengelola arus keuangan secara teratur dan berkesinambungan," ujarnya.
Dia mengatakan lembaga keuangan mikro menjalankan fungsi tersebut dengan mendekatkan layanan keuangan pada kebutuhan riil masyarakat desa. Menurutnya, penguatan ekonomi desa harus dilihat dalam kerangka ekosistem ekonomi, di mana pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan unit usaha desa saling terhubung dalam satu rantai aktivitas yang utuh.
Lebih lanjut dia mengatakan dalam ekosistem tersebut, LKM berperan sebagai penyedia layanan keuangan yang menopang interaksi antar pelaku ekonomi, baik melalui pembiayaan usaha, pengelolaan arus kas, maupun pencatatan transaksi keuangan.
Rudy menilai lemahnya peran lembaga keuangan di tingkat desa selama ini menyebabkan aktivitas ekonomi berjalan secara terpisah dan tidak terintegrasi. Kondisi ini, dia sebut, mengakibatkan potensi ekonomi lokal sulit berkembang secara optimal karena tidak didukung mekanisme keuangan yang mampu mengkonsolidasikan berbagai kegiatan usaha masyarakat.
"Penguatan LKM harus didasarkan pada aspek legalitas yang jelas, sistem manajemen dan operasional yang tertata, serta kapasitas sumber daya manusia yang memahami prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan," jelas
Dosen Program Studi Akuntansi UMY ini.
Menurutnya kesiapan tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kelembagaan dan tata kelola, kondisi keuangan, kapasitas pengelola, partisipasi komunitas, hingga pemetaan risiko usaha.
Rudy menyebut seluruh aspek tersebut menjadi prasyarat agar LKM dapat berfungsi secara berkelanjutan dan memperoleh kepercayaan masyarakat sebagai pengelola dana bersama di tingkat desa.
Ia berharap agar penguatan LKM di desa terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Rudy meyakini dengan pendekatan ekosistem dan tata kelola yang kuat, LKM mampu menjaga perputaran ekonomi desa sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas usaha masyarakat secara lebih luas.
"Ketika pembiayaan dan pengelolaan arus kas berjalan dengan baik, aktivitas ekonomi desa akan menjadi lebih terukur dan stabil. Inilah fondasi penting bagi keberlanjutan usaha masyarakat," katanya.
Rudy menekankan penguatan LKM perlu didukung legalitas yang jelas, tata kelola yang baik, serta kapasitas sumber daya manusia agar lembaga keuangan desa mampu menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.