Libur Panjang Kenaikan Yesus, Korlantas Siaga 24 Jam
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Foto ilustrasi upah minimum, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 di seluruh Indonesia, dengan DKI Jakarta menjadi provinsi berupah tertinggi, sementara Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan UMP terendah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan pada 17 Desember 2025. Ketentuan tersebut mengatur bahwa upah minimum provinsi, upah minimum sektoral provinsi, serta upah minimum kabupaten/kota berlaku mulai 1 Januari 2026.
“Upah minimum provinsi tahun 2026, upah minimum sektoral provinsi tahun 2026, upah minimum kabupaten/kota tahun 2026, dan upah minimum sektoral kabupaten/kota tahun 2026 sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun 2026,” tulis beleid tersebut, dikutip Jumat (26/12/2025).
Pada Pasal 26 ayat (2) dijelaskan bahwa penyesuaian nilai upah minimum dihitung berdasarkan formula yang mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu.
Selanjutnya, penghitungan nilai Upah Minimum Provinsi 2026 dilakukan oleh dewan pengupahan provinsi dan direkomendasikan kepada gubernur melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan.
Dalam beleid tersebut juga dijelaskan adanya perubahan penting terkait penetapan upah minimum, termasuk penambahan jenis upah minimum serta penerapan indeks tertentu (alpha) dalam rentang 0,50 hingga 0,90.
Berdasarkan data dari 37 provinsi yang telah melaporkan besaran UMP 2026, kenaikan persentase tertinggi tercatat di Sulawesi Tengah, yakni sebesar 9,08 persen atau naik Rp264.565 menjadi Rp3.179.565.
Sementara itu, kenaikan terendah terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 2,73 persen atau naik Rp70.930 menjadi Rp2.673.861.
Jika dilihat dari sisi nominal, kenaikan tertinggi terjadi di DKI Jakarta, yakni sebesar Rp333.115 atau naik 6,17 persen menjadi Rp5.729.876. Dengan angka tersebut, DKI Jakarta kembali menjadi provinsi dengan UMP tertinggi di Indonesia pada 2026.
Sebaliknya, UMP terendah secara nasional berada di Jawa Barat, yakni Rp2.317.601, meskipun tetap mengalami kenaikan sebesar 5,77 persen atau Rp126.369.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, Provinsi Aceh belum menetapkan UMP 2026.
Berikut daftar lengkap UMP 2026 di seluruh provinsi di Indonesia:
Daftar UMP 2026 ini menjadi acuan penting bagi pekerja dan pelaku usaha dalam menyusun perencanaan upah, sekaligus mencerminkan arah kebijakan pengupahan nasional tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.