Sensus Ekonomi 2026 di DIY Capai 79 Persen, Targetkan Rampung Agustus
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog. - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta memastikan ketersediaan pangan pokok tetap aman menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kepala Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, menyatakan stok beras saat ini mencapai 38.000 ton.
Dengan asumsi penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) rata-rata 5.000 ton per bulan, persediaan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan ke depan.
“Stok beras yang dikuasai Bulog Kanwil DIY saat ini sangat aman,” kata Dedi. Ia menambahkan, komoditas lain seperti gula, tepung, dan minyak goreng juga dalam kondisi aman. Untuk minyak goreng, Bulog DIY telah menerima kuota Minyakita dari pemerintah yang didistribusikan melalui pedagang di pasar dengan pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Dalam menjaga stabilitas harga pangan, Bulog DIY terus melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi maupun kabupaten/kota. Dedi menekankan program Gerakan Pangan Murah, Bazar, dan Pasar Murah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dijadwalkan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Saat ini, Pasar Murah dijadwalkan di 14 Kemantren wilayah Kota Jogja dari 6–27 Februari dengan total komoditas yang disalurkan sebanyak 15.800 kg,” jelasnya.
Sebelumnya, Satgas Sapu Bersih (Saber) Pangan DIY yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY, Bapanas, Bulog DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan pemantauan harga jelang HBKN pada 5 Februari 2026. Pemantauan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis, termasuk Pasar Beringharjo dan retail modern Progo Swalayan, menyasar komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, bawang, dan cabai.
Dedi menegaskan, harga pangan, khususnya beras, terpantau stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia memastikan bahwa program SPHP terus berjalan, sementara Bulog DIY tetap menguasai stok cukup untuk kebutuhan masyarakat.
“Bulog juga menyalurkan Minyakita dengan harga Rp15.500–Rp15.700 per liter melalui kerja sama Satgas Pangan,” tambah Dedi.
Berdasarkan hasil pemantauan, semua harga pangan di titik-titik yang ditinjau tetap aman dan stabil, sejalan dengan ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok tanpa khawatir harga melonjak menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.