Kemiskinan DIY Satu Digit, Turun Tertinggi se-Jawa pada Maret 2026
Kemiskinan DIY turun menjadi 9,70% pada Maret 2026, tertinggi penurunannya di Jawa. Penduduk miskin berkurang menjadi 408.870 jiwa.
Kantor Bank Indonesia. - Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset perbankan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai sekitar Rp115 triliun hingga Januari 2026. Angka tersebut tumbuh 3,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp111 triliun.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan DIY Eko Yunianto menjelaskan pertumbuhan sektor perbankan di DIY masih menunjukkan tren positif meskipun lajunya berada di bawah rata-rata nasional.
Menurutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di DIY hingga Januari 2026 tercatat mencapai Rp96,8 triliun, atau tumbuh sekitar 4,38% secara tahunan.
“Secara umum kinerja perbankan di DIY masih menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun laju pertumbuhannya masih berada di bawah rata-rata nasional,” ujarnya dalam jumpa pers di Royal Ambarrukmo, Rabu (11/3/2026).
Di sisi lain, penyaluran kredit perbankan di DIY tercatat sebesar Rp65,507 triliun hingga Januari 2026, tumbuh sekitar 3,59% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami sedikit penurunan. Nilainya tercatat Rp27,53 triliun, turun sekitar 2,82% dari posisi Januari 2025 yang mencapai Rp28,33 triliun.
Rasio Kredit dan Risiko Perbankan
Eko menjelaskan loan to deposit ratio (LDR) perbankan di DIY sedikit menurun menjadi 67,63%, dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 68,15%.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) mengalami peningkatan menjadi 5,10%, dari posisi 4,08% pada Januari 2025.
Meski demikian, NPL pada kredit UMKM justru menunjukkan perbaikan, dari sebelumnya 6,34% menjadi 5,17% pada Januari 2026.
Perbankan Konvensional dan Syariah
Jika dirinci berdasarkan jenis perbankan, aset bank konvensional di DIY tumbuh sekitar 4,34%, sementara perbankan syariah hanya mencatat pertumbuhan 0,35%.
Untuk Dana Pihak Ketiga, perbankan konvensional mencatat pertumbuhan sebesar 5,14%, sedangkan perbankan syariah justru mengalami penurunan sekitar 1,39%.
Dari sisi penyaluran kredit, perbankan konvensional tumbuh sekitar 3,29%, sementara perbankan syariah tumbuh lebih tinggi sebesar 5,67%.
Sektor Ekonomi Penyerap Kredit Terbesar
Penyaluran kredit di DIY didominasi oleh beberapa sektor ekonomi utama. Sektor rumah tangga menjadi penyerap kredit terbesar dengan nilai sekitar Rp16,87 triliun atau 25,77% dari total kredit.
Selanjutnya disusul oleh:
Perdagangan besar dan eceran sebesar Rp13 triliun atau 19,86%
Konstruksi sebesar Rp9,78 triliun atau 14,94%
Industri pengolahan sebesar Rp4,3 triliun atau 6,61%
Bukan lapangan usaha sebesar Rp3,9 triliun atau 6,06%
“Industri pengolahan tercatat Rp4,3 triliun, secara persentase adalah 6,61%. Dan yang kelima adalah bukan lapangan usaha dengan outstanding Rp3,9 triliun, secara persentase 6,06%,” jelas Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemiskinan DIY turun menjadi 9,70% pada Maret 2026, tertinggi penurunannya di Jawa. Penduduk miskin berkurang menjadi 408.870 jiwa.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.