Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Foto ilustrasi penggunaan CNG menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kg dengan skema subsidi agar harga tetap terjangkau masyarakat.
Kebijakan ini dipastikan langsung mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa baik CNG maupun LPG akan tetap mendapatkan subsidi demi melindungi masyarakat.
“Baik itu CNG maupun LPG, akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, besaran subsidi dan mekanisme penyalurannya masih dalam tahap pembahasan pemerintah.
Terkait harga, Bahlil memastikan CNG kemasan setara 3 kg tidak akan lebih mahal dibanding LPG 3 kg yang saat ini memiliki harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp18.500 hingga Rp19.000 per tabung.
“Doakan seperti itu ya. Minimal sama. Minimal sama,” katanya.
Dorongan penggunaan CNG sebagai substitusi LPG 3 kg tidak lepas dari tingginya impor gas LPG selama ini. Dengan memanfaatkan sumber gas dalam negeri, harga CNG dinilai bisa lebih efisien.
Bahlil menyebutkan, harga CNG bahkan berpotensi sekitar 30% lebih murah dibanding LPG karena pasokan berasal dari dalam negeri serta biaya distribusi yang lebih rendah.
Selain itu, pemanfaatan CNG juga dinilai mampu menekan beban devisa negara secara signifikan. Pemerintah memperkirakan penghematan dapat mencapai Rp130 triliun hingga Rp137 triliun jika program konversi berjalan optimal.
Saat ini, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa, meski masih terbatas untuk kebutuhan skala besar seperti hotel, restoran, dan dapur program pemerintah.
Kementerian ESDM menargetkan implementasi penggunaan CNG untuk rumah tangga dapat dimulai pada tahun ini secara bertahap.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan produksi tabung untuk distribusi gas tersebut.
“Tahun ini [bisa dikonsumsi masyarakat],” kata Laode.
Ia menjelaskan, tahap awal implementasi akan difokuskan di kota-kota besar sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa,” ujarnya.
Laode juga memastikan bahwa penggunaan CNG tidak memerlukan modifikasi khusus pada kompor rumah tangga.
“Tidak ada lagi modifikasi di kompor, langsung [pasang], nyala kompor itu dengan CNG,” imbuhnya.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas tengah melakukan serangkaian uji ketahanan tabung CNG, termasuk uji tekanan dan standar keamanan lainnya sebelum diterapkan secara luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.