6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Foto ilustrasi penggunaan CNG menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kg dengan skema subsidi agar harga tetap terjangkau masyarakat.
Kebijakan ini dipastikan langsung mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa baik CNG maupun LPG akan tetap mendapatkan subsidi demi melindungi masyarakat.
“Baik itu CNG maupun LPG, akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, besaran subsidi dan mekanisme penyalurannya masih dalam tahap pembahasan pemerintah.
Terkait harga, Bahlil memastikan CNG kemasan setara 3 kg tidak akan lebih mahal dibanding LPG 3 kg yang saat ini memiliki harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp18.500 hingga Rp19.000 per tabung.
“Doakan seperti itu ya. Minimal sama. Minimal sama,” katanya.
Dorongan penggunaan CNG sebagai substitusi LPG 3 kg tidak lepas dari tingginya impor gas LPG selama ini. Dengan memanfaatkan sumber gas dalam negeri, harga CNG dinilai bisa lebih efisien.
Bahlil menyebutkan, harga CNG bahkan berpotensi sekitar 30% lebih murah dibanding LPG karena pasokan berasal dari dalam negeri serta biaya distribusi yang lebih rendah.
Selain itu, pemanfaatan CNG juga dinilai mampu menekan beban devisa negara secara signifikan. Pemerintah memperkirakan penghematan dapat mencapai Rp130 triliun hingga Rp137 triliun jika program konversi berjalan optimal.
Saat ini, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa, meski masih terbatas untuk kebutuhan skala besar seperti hotel, restoran, dan dapur program pemerintah.
Kementerian ESDM menargetkan implementasi penggunaan CNG untuk rumah tangga dapat dimulai pada tahun ini secara bertahap.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan produksi tabung untuk distribusi gas tersebut.
“Tahun ini [bisa dikonsumsi masyarakat],” kata Laode.
Ia menjelaskan, tahap awal implementasi akan difokuskan di kota-kota besar sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa,” ujarnya.
Laode juga memastikan bahwa penggunaan CNG tidak memerlukan modifikasi khusus pada kompor rumah tangga.
“Tidak ada lagi modifikasi di kompor, langsung [pasang], nyala kompor itu dengan CNG,” imbuhnya.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas tengah melakukan serangkaian uji ketahanan tabung CNG, termasuk uji tekanan dan standar keamanan lainnya sebelum diterapkan secara luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.