FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Foto ilustrasi penggunaan CNG menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kg dengan skema subsidi agar harga tetap terjangkau masyarakat.
Kebijakan ini dipastikan langsung mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa baik CNG maupun LPG akan tetap mendapatkan subsidi demi melindungi masyarakat.
“Baik itu CNG maupun LPG, akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, besaran subsidi dan mekanisme penyalurannya masih dalam tahap pembahasan pemerintah.
Terkait harga, Bahlil memastikan CNG kemasan setara 3 kg tidak akan lebih mahal dibanding LPG 3 kg yang saat ini memiliki harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp18.500 hingga Rp19.000 per tabung.
“Doakan seperti itu ya. Minimal sama. Minimal sama,” katanya.
Dorongan penggunaan CNG sebagai substitusi LPG 3 kg tidak lepas dari tingginya impor gas LPG selama ini. Dengan memanfaatkan sumber gas dalam negeri, harga CNG dinilai bisa lebih efisien.
Bahlil menyebutkan, harga CNG bahkan berpotensi sekitar 30% lebih murah dibanding LPG karena pasokan berasal dari dalam negeri serta biaya distribusi yang lebih rendah.
Selain itu, pemanfaatan CNG juga dinilai mampu menekan beban devisa negara secara signifikan. Pemerintah memperkirakan penghematan dapat mencapai Rp130 triliun hingga Rp137 triliun jika program konversi berjalan optimal.
Saat ini, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa, meski masih terbatas untuk kebutuhan skala besar seperti hotel, restoran, dan dapur program pemerintah.
Kementerian ESDM menargetkan implementasi penggunaan CNG untuk rumah tangga dapat dimulai pada tahun ini secara bertahap.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan produksi tabung untuk distribusi gas tersebut.
“Tahun ini [bisa dikonsumsi masyarakat],” kata Laode.
Ia menjelaskan, tahap awal implementasi akan difokuskan di kota-kota besar sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa,” ujarnya.
Laode juga memastikan bahwa penggunaan CNG tidak memerlukan modifikasi khusus pada kompor rumah tangga.
“Tidak ada lagi modifikasi di kompor, langsung [pasang], nyala kompor itu dengan CNG,” imbuhnya.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas tengah melakukan serangkaian uji ketahanan tabung CNG, termasuk uji tekanan dan standar keamanan lainnya sebelum diterapkan secara luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.