IHSG Anjlok, BEI Tegaskan Fundamental Saham Tetap Kuat

Newswire
Newswire Kamis, 04 Juni 2026 17:47 WIB
IHSG Anjlok, BEI Tegaskan Fundamental Saham Tetap Kuat

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memberi keterangan pers di BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan signifikan dalam dua hari terakhir. Meski demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kondisi fundamental pasar modal nasional masih dalam keadaan solid.

Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG ditutup merosot hingga 4,11 persen atau turun lebih dari 250 poin. Tren pelemahan berlanjut pada Kamis (4/6/2026) di sesi awal perdagangan dengan penurunan 3,48 persen. Namun, hingga penutupan perdagangan, tekanan berhasil mereda dan IHSG ditutup melemah lebih terbatas sebesar 1,70 persen.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa gejolak jangka pendek tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang tercatat di bursa.

“Fundamental pasar kita saat ini dalam kondisi baik,” ujarnya di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan keuangan emiten hingga akhir 2025, seluruh perusahaan tercatat menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen.

Tak hanya itu, pada kuartal I 2026, khususnya untuk saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45, pertumbuhan laba bersih bahkan mencapai hampir 30 persen secara tahunan.

Dari sisi profitabilitas, sekitar 80 persen perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada periode tersebut. Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, pada 2020 hanya sekitar 63 persen emiten yang mencatatkan laba. Sementara dalam periode 2021 hingga 2025, angkanya berkisar antara 73 hingga 76 persen.

“Kondisi ini menunjukkan perusahaan-perusahaan kita berada dalam performa yang baik dan bisa menjadi dasar pertimbangan bagi investor,” jelas Jeffrey.

Menanggapi kekhawatiran terkait kepercayaan pasar, BEI menyebut telah melakukan berbagai langkah reformasi untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi bagi investor. Salah satunya melalui penyediaan data yang lebih rinci, termasuk informasi terkait konsentrasi kepemilikan saham.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan pelaku pasar di tengah fluktuasi indeks yang terjadi.

Selain itu, sejumlah kebijakan strategis juga masih diberlakukan, seperti buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta penundaan implementasi short selling.

BEI pun mengingatkan para investor agar tidak terpancing oleh gejolak jangka pendek. Keputusan investasi diharapkan tetap didasarkan pada analisis fundamental serta disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

“Kami mengimbau investor untuk tetap rasional, memperhatikan fundamental, dan berinvestasi sesuai profil risiko,” tegasnya.

Dengan kinerja emiten yang masih kuat, BEI optimistis pasar modal Indonesia tetap memiliki prospek cerah di tengah dinamika global yang fluktuatif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online