Starbucks PHK 300 Karyawan dan Tutup 4 Kantor Regional di AS

Jumali
Jumali Kamis, 11 Juni 2026 13:07 WIB
Starbucks PHK 300 Karyawan dan Tutup 4 Kantor Regional di AS

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Raksasa kedai kopi Starbucks kembali melakukan langkah efisiensi dengan memberhentikan sekitar 300 karyawan di kantor pusat Amerika Serikat dan sejumlah kantor pendukung regional. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan profitabilitas bisnis.

Dalam pengumuman yang disampaikan pada pertengahan Mei 2026, Starbucks juga mengonfirmasi penutupan beberapa kantor pendukung regional di Amerika Serikat, termasuk yang berada di Atlanta, Burbank, Chicago, dan Dallas.

Perusahaan menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan melalui konsolidasi organisasi guna menyederhanakan operasional, mempertajam fokus bisnis, serta menekan biaya.

Selain di Amerika Serikat, Starbucks juga tengah meninjau struktur organisasi pendukung di pasar internasional. Hasil evaluasi tersebut berpotensi memunculkan pemutusan hubungan kerja tambahan di luar negeri.

Meski demikian, perusahaan memastikan kebijakan tersebut tidak akan berdampak pada operasional gerai-gerai Starbucks yang melayani pelanggan secara langsung.

Dilansir dari Reuters, CEO Starbucks, Brian Niccol, saat ini tengah menjalankan berbagai program untuk memulihkan kinerja perusahaan yang berfokus pada bisnis kedai kopi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah investasi besar untuk memperkuat layanan di gerai, termasuk melalui penambahan tenaga barista.

Upaya tersebut memang mulai menunjukkan hasil. Pada laporan kinerja terbaru, Starbucks mencatat pertumbuhan penjualan terkuat dalam lebih dari dua tahun terakhir. Namun, di sisi lain, margin laba operasional perusahaan masih tertekan dan tercatat turun hampir 50% dibandingkan periode sebelum program pemulihan dimulai pada akhir 2024.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Starbucks memperkirakan harus mengeluarkan sekitar US$120 juta untuk pembayaran pesangon bagi para karyawan yang terdampak PHK.

Perusahaan juga berencana melakukan penyesuaian nilai buku aset senilai sekitar US$280 juta, terutama yang berkaitan dengan lokasi cadangan, fasilitas pemanggangan kopi, serta sejumlah fasilitas pendukung nonritel lainnya.

Di tengah langkah efisiensi tersebut, Starbucks tetap melanjutkan ekspansi bisnis. Pada bulan sebelumnya, perusahaan mengumumkan investasi sebesar US$100 juta untuk memperluas operasional di wilayah Tenggara Amerika Serikat.

Investasi tersebut mencakup pembangunan kantor pusat baru di Nashville, Tennessee, yang ditargetkan mampu menampung sekitar 2.000 karyawan dalam lima tahun mendatang.

Sementara itu, dewan perusahaan juga telah menyetujui skema insentif bagi jajaran eksekutif. Berdasarkan program tersebut, para petinggi Starbucks berpeluang memperoleh penghargaan masing-masing hingga US$6 juta apabila target pengurangan biaya yang ditetapkan untuk 2027 berhasil dicapai.

PHK terbaru ini menambah daftar pengurangan tenaga kerja yang dilakukan Starbucks sejak program transformasi bisnis dimulai. Sebelumnya, perusahaan juga telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.100 karyawan pada Februari tahun lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online