Kasus Korupsi Nikel Eks Ketua Ombudsman Mulai Disidang Pekan Depan
Sidang perdana kasus korupsi nikel yang menjerat eks Ketua Ombudsman Hery Susanto dijadwalkan digelar di PN Jakarta Pusat pada 24 Juni 2026.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada awal perdagangan Jumat (19/6/2026). Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik di tengah sentimen global yang cenderung berhati-hati.
IHSG dibuka turun 10,88 poin atau 0,18 persen ke level 6.161,46. Pelemahan ini memperpanjang volatilitas pasar setelah pada sesi sebelumnya indeks juga bergerak fluktuatif di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri.
Tidak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi. Indeks yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar dan paling likuid di BEI tersebut turun 2,37 poin atau 0,38 persen ke posisi 614,55 pada awal perdagangan.
Pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), yang menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar keuangan global. Sikap hati-hati investor juga dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS yang masih kuat.
Selain itu, harga komoditas global yang bergerak tidak stabil turut memberikan dampak terhadap saham-saham berbasis komoditas di dalam negeri, terutama sektor energi dan pertambangan yang memiliki bobot besar dalam pergerakan IHSG.
Dari sisi domestik, investor juga mencermati rilis data ekonomi serta kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tetap menjadi salah satu penopang sentimen jangka menengah.
Sejumlah analis menilai, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah suku bunga global dan aliran dana asing. Namun, fundamental ekonomi Indonesia yang relatif stabil dinilai masih menjadi penopang utama agar koreksi tidak terlalu dalam.
Di sisi lain, saham-saham berkapitalisasi besar diperkirakan masih menjadi penentu arah pergerakan indeks sepanjang perdagangan hari ini. Investor disarankan mencermati saham-saham sektor perbankan, energi, dan konsumer yang memiliki pengaruh besar terhadap IHSG.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif sepanjang hari mengikuti perkembangan sentimen global dan respons pelaku pasar terhadap data ekonomi terbaru dari dalam dan luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sidang perdana kasus korupsi nikel yang menjerat eks Ketua Ombudsman Hery Susanto dijadwalkan digelar di PN Jakarta Pusat pada 24 Juni 2026.
Ribuan massa Tani Merdeka Indonesia gelar aksi damai di Patung Kuda dukung program Presiden Prabowo Subianto.
Jelang periode libur sekolah, Pertamina Patra Niaga regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite berkisar 10-18% di seluruh SPBU di Jateng DIY.
Pakar UGM menilai reformasi subsidi energi berbasis individu penting, namun berisiko menekan daya beli dan memicu inflasi.
BRI Yogyakarta salurkan KUR Rp10,3 triliun hingga Mei 2026 untuk dorong UMKM lebih produktif dan naik kelas.
Sensus Ekonomi 2026 di Bantul mulai digelar, hampir 500 ribu warga dan pelaku usaha didata untuk kebijakan tepat sasaran.