KPK Periksa Bos Tempo Scan Group Terkait Dugaan Pemberian di Imipas
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan hingga 3 persen pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Pelemahan ini dipicu oleh sentimen global, terutama ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral dunia.
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai arah kebijakan suku bunga global yang masih cenderung hawkish menjadi faktor utama yang menekan pergerakan pasar saham, termasuk di Indonesia. Kondisi ini mendorong investor global untuk menghindari aset berisiko atau mengambil sikap risk-off.
“Investor masih mencermati arah suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik yang belum stabil. Hal ini membuat pasar saham, khususnya emerging market, ikut tertekan,” ujar Reydi, Rabu.
Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan IHSG. Reydi menyebut investor masih menunggu katalis positif yang mampu memulihkan kepercayaan pasar setelah periode panjang arus keluar dana asing (foreign outflow).
Menurutnya, meskipun Indonesia masih masuk kategori emerging market versi MSCI yang relatif stabil, kondisi tersebut belum cukup untuk menarik arus masuk dana asing (foreign inflow) secara signifikan.
“Investor asing masih cenderung selektif dan defensif. Mereka menunggu perbaikan likuiditas pasar, kepastian arah kebijakan, stabilitas nilai tukar rupiah, serta peningkatan kualitas pasar modal,” jelasnya.
Dalam jangka pendek, IHSG diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi. Tanpa adanya sentimen positif yang kuat, pergerakan indeks akan tetap didominasi faktor global dan dinamika arus modal asing.
Meski demikian, peluang penguatan tetap terbuka jika tekanan eksternal mulai mereda. Stabilitas rupiah dan berkurangnya aksi jual investor asing dinilai bisa menjadi pemicu rebound pasar.
Sebagai catatan, Kontrak Berjangka Fed Funds di Amerika Serikat kini mengindikasikan potensi dua kali kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed sepanjang 2026. Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya satu kali kenaikan.
Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan memberikan tekanan pada saham-saham bertumbuh, terutama sektor teknologi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 14.40 WIB, IHSG tercatat turun 183,76 poin atau 3,01 persen ke level 5.917,57. Aktivitas perdagangan mencapai 1,52 juta kali transaksi dengan volume 17,54 miliar saham senilai Rp10,63 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 108 saham menguat, 606 saham melemah, dan 245 saham stagnan. Seluruh sektor tercatat berada di zona merah, dengan sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 5,22 persen.
Sektor energi dan infrastruktur juga mengalami tekanan signifikan, masing-masing turun 4,71 persen dan 3,92 persen, mencerminkan sentimen negatif yang merata di pasar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa IHSG masih berada dalam fase tekanan, dengan arah pergerakan yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan global dan sentimen investor asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.