IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG berpeluang menguat menuju 6.716 didukung dana asing dan rupiah. Simak rekomendasi saham TOWR, BBNI, BRPT, dan TCPI.
Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi sentimen keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Di tengah upaya pemulihan pasar saham, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) untuk dibeli, sedangkan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) direkomendasikan untuk dijual.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan IHSG ditutup menguat 5,65% ke level 5.278,89 pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level 4.980,16 pada awal perdagangan.
"Penguatan tersebut mengindikasikan terjadinya technical rebound setelah tekanan jual ekstrem," paparnya dalam publikasi riset.
Meski demikian, investor asing masih membukukan jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp2,19 triliun. Kondisi ini menunjukkan pemulihan pasar belum sepenuhnya mencerminkan kembalinya kepercayaan investor.
Keputusan BI Rate Jadi Perhatian Investor
Pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (21/10/2026). Keputusan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan IHSG.
Konsensus Bloomberg terhadap 34 ekonom memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Namun, sejumlah proyeksi memperkirakan BI dapat menaikkan suku bunga menjadi 6% hingga 6,25% untuk menjaga stabilitas rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Reza menilai keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pasar keuangan, terutama di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian terkait kebijakan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dari sisi inflasi, Indonesia mencatatkan inflasi sebesar 3,28% secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada September 2026. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi BI sebesar 1,5%–3,5%.
Target IHSG Berada di Level 5.318–5.400
Secara teknikal, Reza melihat IHSG telah memantul dari area support Fibonacci di sekitar level 4.942. Target pemulihan atau technical rebound terdekat diperkirakan berada pada rentang 5.318–5.400.
Meski demikian, peluang penguatan indeks masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di zona negatif dengan momentum bearish.
Level support IHSG berada di 5.185. Apabila indeks kembali menembus level tersebut ke bawah, risiko koreksi lanjutan akan meningkat.
Sebaliknya, penembusan level resistance diperlukan untuk memperkuat peluang pemulihan pasar saham.
Rekomendasi Saham ANTM, ACES, BBNI, dan BUVA
Untuk perdagangan Rabu (21/10/2026), BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi terhadap empat saham. Tiga saham masuk rekomendasi beli, sedangkan satu saham direkomendasikan jual.
Berikut rincian rekomendasi dan target harga sahamnya:
ANTM: Rekomendasi buy atau beli dengan target harga Rp2.860–Rp2.990. Batas stop loss di bawah Rp2.600.
ACES: Rekomendasi buy atau beli dengan target harga Rp340–Rp355. Batas stop loss di bawah Rp314.
BBNI: Rekomendasi buy atau beli dengan target harga Rp3.310–Rp3.440. Batas stop loss di bawah Rp3.000.
BUVA: Rekomendasi sell atau jual dengan target harga Rp262.
Rekomendasi tersebut merupakan analisis BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari itu. Keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan risiko dan kondisi pasar.
Mayoritas Ekonom Memperkirakan BI Rate Naik
Proyeksi kenaikan suku bunga juga tercermin dalam survei BIG Consensus Insights yang dilakukan DataIndonesia, bagian dari platform riset Bisnis Indonesia Group (BIG).
Survei tersebut menghimpun proyeksi BI Rate periode Oktober 2026 dari 14 ekonom dan analis terkemuka di Indonesia.
Sebanyak 50% atau tujuh responden memperkirakan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6% dari posisi sebelumnya 5,75%. Sementara itu, satu responden memproyeksikan kenaikan sebesar 50 basis poin menjadi 6,25%.
"Dengan demikian, 57,14% responden memperkirakan BI Rate akan naik dalam RDG Oktober 2026," papar laporan DataIndonesia, Selasa (20/10/2026).
Di sisi lain, sebanyak 42,86% atau enam responden memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Adapun standar deviasi dalam proyeksi tersebut tercatat sebesar 12,78%.
Sebelumnya, BI Rate telah dipertahankan di level 5,75% sejak RDG Juli 2026. Keputusan tersebut menyusul kenaikan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 100 basis poin pada periode Mei–Juni 2026.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi keputusan BI Rate, perkembangan arus modal asing, serta sentimen terkait MSCI. Investor perlu mencermati perkembangan tersebut untuk memahami arah pasar saham di tengah upaya pemulihan indeks.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Harianjogja.com tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
IHSG berpeluang menguat menuju 6.716 didukung dana asing dan rupiah. Simak rekomendasi saham TOWR, BBNI, BRPT, dan TCPI.
Harga emas Pegadaian 21 Oktober 2026: Antam 1 gram Rp2.603.000, UBS Rp2.534.000, dan Galeri 24 Rp2.510.000. Cek harga buyback.
Realisasi KPR subsidi FLPP mencapai 184.342 unit hingga 19 Oktober 2026. BP Tapera mempercepat pembiayaan demi mengejar target 350.000 unit.
IHSG menguat 5,65% ke 5.278,89. Simak proyeksi BI Rate, level support-resistance, serta rekomendasi saham ANTM, ACES, BBNI, dan BUVA.
Kemenko PMK membahas solusi operasional KKMP di Kota Jogja yang terkendala lahan. Sebagian besar dari 45 koperasi telah beroperasi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, gelombang laut hingga 4 meter, dan banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia