Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya

M. Ryan Hidayatullah
M. Ryan Hidayatullah Rabu, 24 Juni 2026 20:37 WIB
Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya

Logo Pertamina Patra Niaga - ist

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar US$3,35 miliar atau setara Rp55,20 triliun. Capaian tersebut meningkat dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar US$3,13 miliar dan menjadi salah satu indikator kuatnya kinerja perusahaan energi pelat merah tersebut di tengah dinamika sektor energi global.

Peningkatan laba tersebut terungkap dalam Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada Selasa (23/6/2026). Selain mencatatkan pertumbuhan laba, Pertamina juga mempertahankan kinerja operasional di berbagai lini bisnis mulai dari hulu, pengolahan, hilir, gas, logistik maritim, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.

Sepanjang 2025, Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun. Sementara itu, EBITDA perusahaan mencapai US$11,43 miliar atau sekitar Rp188,33 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar US$10,79 miliar.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan capaian kinerja tahun buku 2025 menunjukkan fundamental bisnis perusahaan yang tetap kuat serta efektivitas strategi yang diterapkan di seluruh rantai bisnis energi.

“Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Simon dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Kontribusi ke Negara Capai Rp360,76 Triliun

Selain mencatatkan laba bersih Rp55,2 triliun, Pertamina memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp360,76 triliun yang berasal dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Perusahaan juga merealisasikan investasi domestik sebesar US$5,9 miliar atau setara Rp97,20 triliun. Di sisi lain, penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) mencapai Rp531,5 triliun yang dinilai memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Produksi Migas Tetap di Atas 1 Juta BOEPD

Pada sektor hulu, Pertamina mampu menjaga produksi minyak dan gas bumi tetap berada di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) sepanjang 2025.

Di sektor pengolahan, perusahaan mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Simon, capaian tersebut menunjukkan kemampuan kilang dalam mengoptimalkan produksi produk bernilai tinggi.

Selama 2025, kilang Pertamina mengolah volume intake mencapai 333 juta barel untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Pasok 70% Kebutuhan BBM Nasional

Kinerja sektor hilir juga menunjukkan kontribusi signifikan. Pertamina memasok sekitar 70% kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional guna mendukung aktivitas masyarakat dan berbagai sektor ekonomi.

Sementara itu, bisnis gas mencatat pertumbuhan positif dengan volume transmisi mencapai 587 BSCF atau meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun volume niaga gas terjaga pada level 305 juta MMBTU.

Di bidang logistik maritim, volume kargo domestik dan internasional yang berhasil diangkut mencapai 172 juta kiloliter (KL).

Perkuat Transisi Energi dan Tekan Emisi Karbon

Pertamina juga terus memperkuat komitmen transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Sepanjang 2025, produksi listrik perusahaan mencapai 8.711 GWh atau meningkat sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, berbagai program dekarbonisasi yang dijalankan di seluruh lini usaha berhasil menurunkan emisi karbon hingga 2,27 juta ton CO₂e selama 2025. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah.

Simon menjelaskan seluruh upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan yang berfokus pada ketersediaan energi (availability), kemudahan akses (accessibility), keterjangkauan harga (affordability), dan penerimaan masyarakat terhadap energi yang digunakan (acceptability).

“Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” kata Simon.

Komisaris Utama Apresiasi Kinerja Perseroan

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan sepanjang 2025. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan seluruh Perwira Pertamina yang dinilai berkontribusi dalam menjaga kinerja dan keberlanjutan perusahaan.

Menurut Iriawan, berbagai keputusan yang dihasilkan dalam RUPS menjadi pijakan penting bagi arah pengembangan perusahaan ke depan.

“Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang,” ujar Iriawan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online