Koperasi Merah Putih DIY Disiapkan Jadi Pemasok Utama MBG
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Foto ilustrasi kerajinan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat strategi pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar global. Langkah ini dinilai krusial mengingat semakin ketatnya regulasi ekspor di berbagai negara tujuan, terutama untuk produk yang berkaitan langsung dengan kesehatan.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menjelaskan bahwa produk primer seperti makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi menghadapi persyaratan yang jauh lebih kompleks dibandingkan produk non-pangan seperti furnitur atau kerajinan tangan.
“Produk yang menyangkut kesehatan manusia tentu memiliki regulasi lebih ketat di negara tujuan ekspor,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Menurut Ari, pelaku UMKM harus dibekali pemahaman menyeluruh terkait standar internasional. Tidak hanya soal kualitas produk, tetapi juga kelengkapan dokumen seperti sertifikasi keamanan pangan, sertifikat halal, hingga standar teknis lain yang disyaratkan masing-masing negara.
Kemendag pun aktif melakukan sosialisasi terhadap berbagai aturan baru di pasar global yang terus berkembang. Saat ini, isu keberlanjutan dan lingkungan menjadi perhatian utama negara-negara importir.
Sejumlah kebijakan yang mulai berdampak pada eksportir Indonesia antara lain European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mengatur komoditas berbasis perkebunan, serta Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang berkaitan dengan pengendalian emisi karbon dalam perdagangan internasional.
“Tidak hanya UMKM, perusahaan besar pun masih perlu memahami perkembangan regulasi ini. Karena itu, sosialisasi terus kami lakukan,” kata Ari.
Selain itu, Kemendag juga mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Mereka tidak hanya bertugas mempromosikan produk nasional, tetapi juga menyediakan informasi strategis terkait pasar.
Perwakilan perdagangan, lanjut Ari, memiliki peran penting dalam menyediakan market intelligence, mulai dari potensi pasar, regulasi yang berlaku, tarif impor, peta persaingan, hingga perilaku konsumen di negara tujuan.
Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan eksportir nasional agar produk Indonesia tidak terkendala saat memasuki pasar global, baik dari sisi administrasi maupun teknis.
Dengan penguatan kapasitas UMKM dan pemahaman regulasi internasional, pemerintah optimistis daya saing produk Indonesia akan semakin meningkat, sekaligus memperluas akses pasar ekspor di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.