Aturan Baru E-Commerce Segera Terbit, UMKM dan Seller Dilindungi
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Pengunjung berbelanja di gerai Hypermart di Jakarta, Selasa (7/7/2026)./Bisnis-Abdurachman
Harianjogja.com, JAKARTA—Kenaikan harga berbagai barang konsumsi diperkirakan mulai terasa pada kuartal IV/2026. Kondisi ini dipicu oleh masuknya stok baru yang diproduksi saat biaya logistik, energi, dan bahan baku tengah mengalami peningkatan signifikan.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengungkapkan bahwa produk yang beredar saat ini masih berasal dari stok lama, sehingga lonjakan harga belum terlalu terlihat. Namun, situasi dipastikan berubah ketika pelaku usaha mulai menjual barang hasil produksi terbaru.
“Stok baru merupakan hasil produksi saat harga material, logistik, dan energi sudah naik. Maka pada kuartal IV, harga hampir pasti ikut naik,” ujarnya dikutip dari Bisnis, Sabtu (11/7/2026)
Daya Beli Terancam Melemah
Kenaikan harga diperkirakan terjadi menjelang periode konsumsi tinggi seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadan 2027. Ironisnya, momentum ini justru berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah bawah yang hingga kini belum sepenuhnya pulih secara ekonomi.
Tidak hanya satu sektor, kenaikan harga diprediksi merata di hampir semua kategori barang. Hal ini karena lonjakan biaya produksi berdampak langsung pada seluruh rantai distribusi.
Rupiah Melemah, Harga Ikut Terdorong
Tekanan tambahan datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini meningkatkan biaya impor bahan baku dan barang jadi, yang pada akhirnya dibebankan ke harga jual.
Ekonom menilai, harga barang berbasis impor berpotensi naik sekitar 4–8% pada akhir tahun. Bahkan, produk elektronik dengan ketergantungan impor tinggi diperkirakan bisa mengalami kenaikan hingga dua digit.
Namun demikian, inflasi nasional diprediksi tetap terkendali di kisaran 3,6% hingga 4,2%. Hal ini disebabkan lemahnya permintaan domestik yang membuat pelaku usaha belum sepenuhnya menaikkan harga.
Strategi Pelaku Usaha: Shrinkflation
Di tengah tekanan biaya, sejumlah produsen diperkirakan akan memilih strategi “shrinkflation”, yakni mengurangi isi atau ukuran produk tanpa menaikkan harga secara langsung. Langkah ini umum dilakukan pada produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun, deterjen, dan makanan kemasan.
Pemerintah Fokus Jaga Konsumsi
Pemerintah sendiri berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program, salah satunya diskon belanja dalam kampanye “Belanja di Indonesia Aja” (BINA). Program ini melibatkan pelaku ritel besar untuk mendorong konsumsi produk dalam negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai langkah tersebut penting untuk menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga di tengah tren penurunan optimisme konsumen.
Risiko Lebih Besar dari Inflasi
Meski inflasi diperkirakan tetap terkendali, para ekonom menilai risiko terbesar justru ada pada melemahnya daya beli masyarakat. Ketika harga naik namun pendapatan tidak ikut meningkat, masyarakat cenderung menekan pengeluaran.
Akibatnya, konsumsi barang non-primer bisa menurun dan berdampak pada penjualan ritel.
Untuk itu, pemerintah disarankan tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tetapi juga menjaga stabilitas rupiah, memperkuat pasokan pangan, serta memberikan bantuan tepat sasaran agar tekanan ekonomi tidak semakin dalam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Presiden Prabowo bertolak ke NTT untuk mengecek kondisi pengungsi dan penanganan gempa Flores serta memastikan bantuan terus disalurkan.
Siswi SMP di Jogja melaporkan dugaan tindakan asusila oleh karyawan UKS. Polisi masih menyelidiki kasus dan akan
Motor dilarang melintas di Underpass Kentungan Sleman. Satlantas Polresta Sleman memperketat pengawasan melalui E-TLE dan CCTV.
ITS Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia. Kapal akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada pada 25 September 2026.
Grok kini menangani lebih dari 15.000 panggilan pelanggan Starlink setiap hari, termasuk mendiagnosis perangkat dan memproses ribuan pesanan.