Tabungan Tamasya Tembus Rp156 Miliar, Nasabah Terus Bertambah
Tabungan Tamasya Plus BPR DIY menghimpun dana Rp156 miliar hingga Juni 2026. Jumlah nasabah terus bertambah.
Menteri Keuangan Purbaya. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 berjalan secara efisien, efektif, dan akuntabel. Di tengah tekanan ekonomi global, pemerintah menilai APBN tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen, sekaligus mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) untuk 10 tahun berturut-turut.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa.
“Untuk itu, pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan APBN tahun 2025. Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada DPR RI atas kerja bersama yang erat, pengawasannya efektif, serta berbagai dukungan dan masukan konstruktif dalam pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025,” ujarnya.
Pemerintah Pertahankan Opini WTP ke-10
Purbaya mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025.
Dengan capaian tersebut, pemerintah berhasil mempertahankan opini WTP selama 10 kali berturut-turut sejak LKPP tahun 2016. Menurut dia, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
APBN Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Menkeu menjelaskan sepanjang 2025 perekonomian dunia masih menghadapi berbagai tantangan. Dinamika geopolitik yang berlanjut dan meningkatnya fragmentasi perdagangan global mengubah pola perekonomian internasional.
Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran perdagangan dan logistik global serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Akibatnya, ketidakpastian ekonomi dunia semakin tinggi dan turut memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski demikian, pemerintah menilai APBN tetap berperan menjaga stabilitas ekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal yang responsif dan kebijakan moneter yang prudent.
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen sepanjang 2025. Menurut Purbaya, capaian tersebut mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang tetap tangguh.
Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang terjaga di level 4,98 persen serta investasi yang tumbuh 5,09 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif.
Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga juga tetap terjaga. Inflasi pada akhir 2025 tercatat sebesar 2,92 persen year on year (yoy), yang dinilai menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan harga sehingga membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat efektivitas kebijakan fiskal dalam perlindungan sosial.
“Di tengah tingginya ketidakpastian global, APBN terus hadir sebagai instrumen yang adaptif dan handal dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah memanfaatkan APBN secara optimal sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mengakselerasi pelaksanaan berbagai agenda pembangunan,” ungkap dia.
“Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan fiskal tahun 2025 yang ditempuh secara ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi dengan menjaga APBN tetap kredibel, responsif, dan efektif dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” kata Menkeu.
Stimulus Ekonomi Capai Rp110,7 Triliun
Untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal, pemerintah menyalurkan paket stimulus ekonomi secara bertahap pada setiap kuartal sepanjang 2025.
Stimulus tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, diskon tiket pada masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.
“Stimulus ini diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga diskon tiket pada masa liburan, serta pemberdayaan generasi muda dengan total stimulus mencapai Rp110,7 triliun,” ucap Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tabungan Tamasya Plus BPR DIY menghimpun dana Rp156 miliar hingga Juni 2026. Jumlah nasabah terus bertambah.
BMKG prakirakan cuaca DIY Rabu 15 Juli 2026: berawan merata di 5 kabupaten/kota. Suhu 20-31°C, kelembapan 47-96%. Waspada perubahan cuaca mendadak.
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.