OJK Dorong Bank di Cirebon Perbesar Kredit Produktif untuk UMKM

Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi Senin, 20 Juli 2026 12:07 WIB
OJK Dorong Bank di Cirebon Perbesar Kredit Produktif untuk UMKM

Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). - Antara

Harianjogja.com, CIREBON—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong seluruh industri perbankan di wilayah Cirebon Raya meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. OJK menegaskan keberhasilan industri perbankan tidak hanya diukur dari besarnya aset maupun laba, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan seiring pentingnya penguatan fungsi intermediasi perbankan agar dana masyarakat yang dihimpun dapat kembali menggerakkan aktivitas ekonomi riil melalui pembiayaan yang tepat sasaran.

OJK Tekankan Peran Perbankan sebagai Penggerak Ekonomi

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK RI, Dian Ediana Rae, mengatakan fungsi intermediasi perbankan harus mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian. Menurutnya, dana yang dihimpun dari masyarakat semestinya disalurkan kembali ke sektor-sektor produktif sehingga mendorong lahirnya usaha baru, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi daerah.

"Perbankan bukan sekadar menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Perbankan adalah penggerak aktivitas ekonomi. Ketika fungsi intermediasi berjalan optimal, dunia usaha berkembang, UMKM naik kelas, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ujar Dian dikutip pada Senin (20/7/2026).

Ia menilai dinamika ekonomi saat ini menuntut industri perbankan tidak hanya menjaga pertumbuhan bisnis, tetapi juga meningkatkan kualitas pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat.

Kredit Harus Tepat Sasaran

Menurut Dian, penyaluran kredit perlu dilakukan secara lebih terarah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, integritas, serta inovasi agar industri perbankan tetap sehat dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Ia menambahkan setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi dan sektor unggulan yang berbeda sehingga strategi penyaluran kredit perlu disesuaikan dengan potensi lokal.

"Perbankan lebih memahami karakteristik ekonomi di setiap daerah. Setiap wilayah memiliki potensi unggulan yang berbeda sehingga strategi penyaluran kredit perlu disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi lokal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.

Dian menegaskan semakin besar pembiayaan yang mengalir ke sektor produktif, semakin besar pula peluang terciptanya investasi baru, peningkatan produktivitas usaha, pembukaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Karena itu, fungsi intermediasi perbankan perlu terus diperkuat agar dana masyarakat tidak hanya tersimpan dalam sistem keuangan, tetapi benar-benar mendorong aktivitas ekonomi di sektor riil.

"Penguatan industri perbankan perlu dibarengi dengan percepatan transformasi digital, peningkatan kualitas tata kelola, penguatan manajemen risiko, perlindungan konsumen, serta perluasan literasi dan inklusi keuangan," ujarnya.

Kinerja Perbankan Cirebon Raya Masih Sehat

Hingga Triwulan I 2026, OJK mencatat industri perbankan di wilayah Cirebon Raya masih menunjukkan kondisi yang sehat. Penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) terus bertumbuh, didukung permodalan yang kuat serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi perbankan untuk memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan penguatan industri perbankan harus memberikan manfaat nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, perbankan memiliki posisi strategis dalam memperluas pembiayaan sektor produktif, mendorong UMKM berkembang, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Cirebon Raya.

"Semakin kuat industri perbankan, semakin besar pula peluang daerah untuk tumbuh dan masyarakat untuk semakin sejahtera," kata Agus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis