Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Jangkau Bengkulu
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Aktivitas kereta api angkutan barang. dok/KAI Daop 6)
Harianjogja.com, JAKARTA—Ambisi pemerintah membangun jaringan kereta api lintas Sumatra dan Kalimantan mulai memasuki tahap penjajakan bisnis. Pemerintah membuka peluang pembiayaan dari investor domestik maupun asing untuk merealisasikan jaringan yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas sekaligus menekan biaya logistik di luar Jawa.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta pembangunan Trans Sumatra Railway dan Trans Kalimantan Railway dipercepat. Di tingkat teknis, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyusun roadmap Trans Sumatra, sedangkan pemerintah mulai menjajaki ketertarikan investor dari China dan Rusia untuk proyek Trans Kalimantan.
Meski demikian, besarnya rencana tersebut masih menghadapi pertanyaan mendasar mengenai keekonomian proyek. Pemerintah bahkan belum memiliki angka investasi untuk kedua jaringan kereta tersebut karena perhitungan biaya masih menunggu hasil studi kelayakan dari calon investor.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah perlu melihat terlebih dahulu perhitungan bisnis yang dilakukan calon investor.
"Belum, belum. Kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka," ujar Dudy usai menghadiri agenda Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dari Arahan Presiden ke Penjajakan Investor
Dorongan pembangunan jaringan kereta lintas pulau tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo ketika meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang memang memiliki skala berbeda dengan pembangunan jaringan kereta api lintas Sumatra dan Kalimantan. Namun, Prabowo menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari dorongan untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional.
"Dan dengan demikian saya akan resmikan sebentar lagi revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dan saya menanti peresmian revitalisasi stasiun-stasiun lain termasuk launching Trans-Sumatra Railway," ujar Prabowo.
Arahan tersebut kemudian diperluas dengan permintaan agar pemerintah memulai pembangunan Trans Kalimantan. Dengan demikian, agenda perkeretaapian nasional diarahkan tidak hanya untuk memperkuat layanan transportasi, tetapi juga mendukung konektivitas ekonomi antardaerah.
Infrastruktur untuk Menggeser Pusat Ekonomi
Rencana kereta lintas Sumatra dan Kalimantan memiliki arti strategis karena struktur ekonomi Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Berdasarkan data BPS, pada kuartal I/2026 Pulau Jawa memberikan kontribusi 57,24% terhadap struktur ekonomi nasional. Pada periode yang sama, ekonomi Jawa tumbuh 5,79% secara tahunan, sementara ekonomi nasional tumbuh 5,61%.
Kondisi tersebut membuat pembangunan konektivitas di luar Jawa tidak hanya berkaitan dengan penambahan panjang jaringan rel. Infrastruktur kereta api dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan pusat produksi dengan pasar dan pelabuhan sekaligus mengurangi hambatan biaya antarwilayah.
Potensi Trans Sumatra dan Trans Kalimantan
Jika terealisasi, jaringan kereta lintas pulau berpotensi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mengangkut penumpang. Infrastruktur tersebut dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan industri, pertambangan, perkebunan, pelabuhan, hingga pusat konsumsi baru di luar Jawa.
Karena itu, proyek Trans Sumatra Railway dan Trans Kalimantan Railway mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi nasional. Namun, besarnya potensi tersebut tetap harus diuji melalui perhitungan bisnis dan studi kelayakan.
Pemerintah saat ini belum menetapkan nilai investasi kedua proyek. Besaran kebutuhan pendanaan masih akan bergantung pada hasil studi kelayakan yang dilakukan calon investor.
Dengan demikian, perjalanan proyek kereta lintas Sumatra dan Kalimantan kini memasuki fase penting: mengubah ambisi pembangunan menjadi proyek yang dapat dibuktikan layak secara ekonomi dan menarik bagi investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.