Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS

Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari Jum'at, 14 Agustus 2026 08:27 WIB
Iran Segera Gabung Bank BRICS, Hindari Tekanan Sanksi AS

BRICS/x

Harianjogja.com, JAKARTA— Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank (NDB), lembaga keuangan pembangunan yang didirikan negara-negara BRICS. Rencana tersebut muncul ketika Teheran masih menghadapi sanksi luas dari Amerika Serikat dan negara-negara lain serta berada dalam konflik dengan AS dan Israel.

Dilansir The Telegraph India, keanggotaan NDB dinilai dapat membuka alternatif saluran pembiayaan dan perdagangan bagi Iran di tengah tekanan sanksi. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya sejumlah negara BRICS mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan berbasis dolar AS.

Namun, NDB kepada Reuters mengatakan pihaknya belum dapat mengonfirmasi informasi mengenai keanggotaan Iran.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, dalam laporan media pemerintah Iran pada Kamis (13/8/2026), menjelang pertemuan keuangan BRICS yang digelar di India.

Iran Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi BRICS

Iran bergabung dengan BRICS pada 2024 ketika kelompok tersebut memperluas keanggotaannya. Sejak bergabung, Teheran telah menyatakan keinginan untuk menjadi anggota sekaligus pemegang saham NDB.

“Hasil terpenting dari kerja sama antara negara-negara anggota BRICS adalah pembentukan New Development Bank, dan negara kami akan segera menjadi anggota bank tersebut,” kata Hemmati, seperti dikutip media pemerintah Iran.

Hemmati menyampaikan pernyataan tersebut ketika menghadiri pertemuan pertama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral BRICS yang diselenggarakan India. Tahun ini, India memegang posisi sebagai ketua BRICS secara bergilir.

Jika terealisasi, keanggotaan NDB akan memberikan Iran pilihan tambahan dalam memperoleh pembiayaan dan menjalankan perdagangan di tengah tekanan sanksi.

Iran Bidik Alternatif di Luar Sistem Dolar AS

Keinginan Iran bergabung dengan NDB juga berkaitan dengan upaya negara-negara BRICS mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Sejumlah negara BRICS mendorong peningkatan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan dan transaksi keuangan antarnegara anggota.

Hemmati mengatakan Iran meyakini negara-negara BRICS dapat meningkatkan perdagangan dengan menggunakan mata uang masing-masing.

Selain itu, Iran disebut tengah mengupayakan kerja sama moneter secara bilateral maupun trilateral dengan negara anggota BRICS lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Teheran memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara BRICS ketika Iran masih menghadapi tekanan sanksi dari AS dan negara lainnya.

Apa Itu New Development Bank?

New Development Bank merupakan lembaga keuangan pembangunan yang didirikan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan pada 2015.

NDB dibentuk untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota.

Seiring perkembangannya, NDB memperluas keanggotaan dengan menerima sejumlah negara lain, termasuk Uni Emirat Arab dan Mesir, serta negara berkembang lainnya.

Uzbekistan menjadi negara ke-10 yang bergabung dengan NDB pada 5 Juni.

Keanggotaan NDB terbuka bagi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), baik sebagai negara peminjam maupun non-peminjam.

Dengan rencana bergabung tersebut, Iran berupaya memperkuat posisi ekonominya melalui kerja sama dengan negara-negara BRICS. Meski demikian, hingga kini NDB belum mengonfirmasi bahwa Iran telah resmi menjadi anggota lembaga tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online