Mendag Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Masih Rp143.000 per Kg

Newswire
Newswire Senin, 31 Agustus 2026 20:17 WIB
Mendag Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Masih Rp143.000 per Kg

Ilustrasi pengolahan daging/Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Harga daging sapi di pasar masih berada di kisaran Rp143.000 per kilogram. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap persoalan utama bukan semata-mata ketersediaan daging, melainkan distribusi pasokan yang belum merata serta realisasi impor daging sapi beku yang baru mencapai 43%.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memantau perkembangan harga daging sapi melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Pemerintah juga telah memanggil seluruh importir agar segera merealisasikan impor daging sapi yang telah menjadi bagian dari pemenuhan pasokan dalam negeri.

Budi mengatakan sebagian importir baru merealisasikan impor di kisaran 50%. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengejar realisasi impor agar pasokan daging sapi dapat semakin mencukupi.

“Kemarin kami sudah memanggil semua importir untuk segera merealisasikan impornya, karena kebanyakan mereka kan baru mencapai 50-an persen. Daging itu kan sebagian masih impor kan. Jadi kita kejar itu,” kata Budi saat ditemui seusai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Impor Sapi Hidup 70%, Daging Beku Baru 43%

Realisasi impor antara sapi hidup dan daging sapi beku saat ini menunjukkan capaian berbeda. Untuk sapi hidup, realisasi impor telah mencapai sekitar 70%, sedangkan impor daging sapi beku baru mencapai 43%.

“[Impor] sapi hidup sudah 70%, kemudian yang daging beku 43%. Mudah-mudahan terus ya. Pasokan tercukupi, tetapi kan pasokan mungkin tidak merata. Tidak terdistribusi dengan baik yang harus kita lakukan pembenahannya,” terangnya.

Menurut Budi, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang harus segera dibenahi pemerintah. Pasokan daging sapi sebenarnya tersedia, tetapi distribusinya belum mampu menjangkau seluruh daerah secara merata.

Persoalan tersebut turut terlihat dari perbedaan harga antardaerah. Budi mencontohkan harga daging sapi di Banyuwangi dan Sukoharjo yang berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, sementara sejumlah daerah lainnya masih mencatatkan harga di atas harga acuan.

“Memang ada daerah yang di atas HET, ada juga yang sama. Tapi terus kita akan pasok, terutama ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan,” ujarnya.

Pemerintah Kejar Pemerataan Pasokan

Pemerintah selanjutnya akan memberikan perhatian terhadap daerah-daerah yang mencatatkan harga daging sapi di atas harga acuan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pasokan dapat didistribusikan secara lebih merata.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan harga daging sapi antarwilayah. Dengan pasokan yang lebih merata, daerah yang mengalami kenaikan harga akan menjadi sasaran pemasokan lebih lanjut.

Budi menegaskan persoalan harga daging sapi saat ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi jumlah pasokan. Pemerintah menilai ketersediaan daging sudah ada, sehingga pembenahan distribusi menjadi hal yang perlu diprioritaskan.

Belum Ada Rencana Subsidi Harga Daging Sapi

Di tengah harga rata-rata nasional yang masih berada di kisaran Rp143.000 per kilogram, pemerintah belum berencana memberikan subsidi melalui APBN maupun APBD.

Budi mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu mengoptimalkan pemerataan pasokan di setiap daerah. Menurutnya, langkah tersebut lebih mendesak karena ketersediaan daging sapi sebenarnya sudah tersedia.

“Pasokannya ada cuman pemerataannya, itu diselesaikan dulu karena sebetulnya dari situ kan bisa diselesaikan," jelasnya.

Selain membenahi distribusi, pemerintah juga tetap mengejar realisasi impor daging sapi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pasokan daging sapi di dalam negeri dapat tercukupi.

Dengan demikian, pemerintah saat ini menempatkan dua persoalan sebagai perhatian utama, yakni mempercepat realisasi impor dan memperbaiki distribusi daging sapi. Kedua langkah tersebut dilakukan di tengah harga rata-rata nasional yang masih berada di sekitar Rp143.000 per kilogram.

Data Harga dan Pasokan Daging Sapi

Kondisi harga daging sapi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena terdapat perbedaan harga antarwilayah. Banyuwangi dan Sukoharjo, misalnya, mencatat harga sekitar Rp140.000 per kilogram, sementara sejumlah daerah lain masih berada di atas harga acuan.

Di sisi pasokan, realisasi impor sapi hidup sudah mencapai sekitar 70%. Sementara itu, realisasi impor daging sapi beku masih 43%, sehingga pemerintah terus meminta importir mempercepat pelaksanaan impor.

Pemerataan distribusi menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menjaga pasokan dan mengendalikan perbedaan harga daging sapi di berbagai daerah. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan harga melalui SP2KP.

Dengan kondisi tersebut, kebijakan pemerintah saat ini belum diarahkan pada pemberian subsidi melalui APBN maupun APBD. Pemerintah memilih memperbaiki distribusi dan mengejar realisasi impor terlebih dahulu agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau daerah yang membutuhkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online