Zero ODOL 2027, Pemerintah Benahi Angkutan Barang dari Hulu
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 dengan membenahi kendaraan, pemuatan barang, pengawasan, hingga penegakan hukum.
Ilustrasi Bank BTN./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyepakati pergantian lima direksi perseroan. Perubahan ini mencakup posisi Direktur Finance & Strategy hingga Direktur Information Technology, sementara susunan Dewan Komisaris BTN tetap.
RUPSLB yang digelar pada Jumat (4/9/2026) tersebut memiliki agenda tunggal. Pergantian jajaran direksi disebut menjadi bagian dari regenerasi dan peremajaan pengelolaan perseroan untuk melanjutkan transformasi BTN sekaligus memperkuat strategi beyond mortgage.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perubahan jajaran direksi merupakan bagian dari proses regenerasi di tubuh perseroan.
"Perubahan ini sebagai bagian dari upaya regenerasi dan peremajaan pengelolaan di Bank Tabungan Negara. Kami sebagai pengurus di Bank Tabungan Negara hari ini tetap berterima kasih kepada pemegang saham atas perubahan dengan direksi baru yang akan bergabung dengan BTN," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Jumat.
Lima Direksi BTN Diganti
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham memberhentikan dengan hormat lima anggota direksi BTN. Mereka adalah Direktur Finance & Strategy Nofry Rony Poetra, Direktur Human Capital & Compliance Eko Waluyo, Direktur Consumer Banking Hirwandi Gafar, Direktur Risk Management Setiyo Wibowo, dan Direktur Information Technology Tan Jacky Chen.
Sebagai pengganti, rapat menyetujui pengangkatan lima profesional baru untuk mengisi posisi tersebut. Adityo Kusumo ditunjuk sebagai Direktur Finance & Strategy, Wiwik Wahyuni sebagai Direktur Human Capital & Compliance, Johanes Barus sebagai Direktur Risk Management, Evita Barliana sebagai Direktur Consumer Banking, serta Gatot Prasetyo sebagai Direktur Information Technology.
Perseroan menyampaikan bahwa direksi baru tersebut merupakan profesional yang memiliki pengalaman di berbagai sektor.
Adityo Kusumo sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi PT Mineral Industri Indonesia. Sementara itu, Wiwik Wahyuni sebelumnya menjabat Senior Director Human Capital PT Danantara Asset Management.
Johanes Barus sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik.
Untuk Evita Barliana, sebelumnya dia menjabat Head of Non Branch Channel Sharia PT Bank CIMB Niaga Sharia Indonesia. Sedangkan Gatot Prasetyo sebelumnya menjabat SVP IT Application Support Group Head PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
BTN Bidik Strategi Beyond Mortgage
Bergabungnya lima direksi baru diharapkan dapat membawa BTN berkembang lebih baik sekaligus mempercepat visi perseroan untuk mencapai beyond mortgage.
Nixon mengatakan arah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi BTN sebagai bank yang kuat dalam segmen consumer banking.
"Mudah-mudahan BTN ke depan jauh lebih baik lagi dibanding yang sudah terjadi sampai dengan hari ini," kata Nixon.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris BTN tidak mengalami perubahan setelah RUPSLB.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BTN
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi BTN setelah RUPSLB:
Dewan Komisaris
Direksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mematangkan penerapan Zero ODOL 2027 dengan membenahi kendaraan, pemuatan barang, pengawasan, hingga penegakan hukum.
18 wakil suporter Super League 2026/2027 mendeklarasikan komitmen menjaga keamanan, sportivitas, dan menolak anarkisme serta SARA.
Beras premium langka di ritel modern bukan karena stok kosong. Harga beli distributor di atas HET membuat peritel enggan menyetok.
Kejagung menyita aset tersangka korupsi MBG senilai Rp8,43 miliar, termasuk Rolex, mobil mewah, perhiasan, dan uang tunai.
Bulog Magelang menyalurkan 21.884,5 ton beras kepada 729.485 PBP untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
RUPSLB BTN menyepakati pergantian lima direksi untuk regenerasi dan memperkuat strategi beyond mortgage.