Ratusan SPPG Ditutup, OJK Kaji Dampaknya ke Kredit Bank
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.
Ilustrasi student loan. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 13,58% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Juli 2026 mulai menjadi perhatian karena melaju lebih cepat dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang berada di level 11,21% YoY.
Chief Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan selisih pertumbuhan tersebut perlu dicermati karena dapat mendorong kenaikan loan-to-deposit ratio (LDR) dan meningkatkan kebutuhan bank terhadap sumber pendanaan.
Kendati demikian, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya tekanan likuiditas yang bersifat sistemik. Secara agregat, likuiditas perbankan masih dinilai cukup memadai.
Menurut Irman, tantangan justru terletak pada distribusi likuiditas yang tidak merata antarkelompok bank. Jika pertumbuhan kredit terus lebih cepat daripada DPK, bank secara bertahap akan menghadapi kebutuhan pendanaan yang semakin besar untuk menopang ekspansi kredit.
“Jika tren ini berlanjut, bank harus semakin aktif mencari sumber pendanaan untuk mengimbangi ekspansi kredit,” kata Irman kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (20/9/2026).
Persaingan Menghimpun Dana Bisa Meningkat
Kebutuhan pendanaan tersebut berpotensi membuat persaingan bank dalam menghimpun DPK semakin ketat. Kondisi itu terutama dapat terjadi pada deposito dan dana korporasi yang relatif lebih sensitif terhadap tingkat bunga.
Persaingan mendapatkan dana pada akhirnya berpotensi meningkatkan cost of fund. Namun, dampaknya tidak akan sama bagi seluruh bank karena masing-masing memiliki struktur pendanaan dan kondisi likuiditas yang berbeda.
Irman menjelaskan bank dengan basis current account savings account (CASA) yang kuat serta likuiditas yang masih longgar mempunyai ruang lebih besar untuk menjaga biaya dana.
Sebaliknya, bank yang mencatat pertumbuhan kredit tinggi tetapi pertumbuhan DPK-nya lebih terbatas akan menghadapi kebutuhan pendanaan yang lebih besar. Dalam kondisi tersebut, bank berpotensi menawarkan bunga simpanan yang lebih kompetitif untuk menarik dana.
Kenaikan biaya dana kemudian dapat memberikan tekanan terhadap margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan.
“Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap NIM,” ujarnya.
Kredit Banyak Mengalir ke Publik dan Korporasi Besar
Di sisi lain, Irman menilai tingginya pertumbuhan kredit saat ini cukup banyak didorong oleh pembiayaan kepada sektor publik dan korporasi besar.
Kondisi tersebut membuat akselerasi kredit belum tentu secara proporsional menghasilkan penciptaan DPK baru yang tersebar merata di seluruh sistem perbankan.
Dana yang tercipta dapat terkonsentrasi atau berpindah antar kelompok bank. Karena itu, meskipun likuiditas perbankan secara agregat masih terlihat cukup, sebagian bank tetap dapat menghadapi kompetisi funding yang tinggi.
Perbedaan kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika melihat pertumbuhan kredit dan DPK secara bersamaan. Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari DPK tidak dengan sendirinya berarti sistem perbankan mengalami kekurangan likuiditas.
Strategi Bank Akan Lebih Selektif
Irman memperkirakan strategi perbankan ke depan akan semakin bergeser apabila pertumbuhan kredit terus berada di atas pertumbuhan DPK. Bank tidak hanya akan mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga semakin selektif dalam mengelola pertumbuhan balance sheet.
Kemampuan mempertahankan CASA, menetapkan pricing kredit yang sesuai dengan marginal cost of fund, serta melakukan diversifikasi sumber pendanaan akan menjadi semakin penting.
“Dengan demikian, persoalan utama yang perlu dicermati bukan kekurangan likuiditas perbankan secara sistemik, melainkan harga dan distribusi likuiditas antarbank,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.
Atletico Madrid menang 2-1 atas Real Madrid dalam Derby Madrileno. Kartu merah Dean Huijsen mengubah jalannya laga dan posisi klasemen La Liga.
Persis Solo menghancurkan PSBS Biak 7-0 pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027. Henry Doumbia mencetak empat gol.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 21 September 2026 lengkap dari Palur, Solo Jebres, Klaten, Lempuyangan hingga Stasiun Jogja/Tugu.
Pelaku otomotif nasional dan mitra Jepang menyampaikan masukan soal perizinan, pembiayaan IKM, TKDN hingga kepastian investasi.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.