Danantara Bidik 5-10 Persen Saham BEI, Konsorsium Bisa 40 Persen

Akbar Evandio
Akbar Evandio Rabu, 30 September 2026 21:37 WIB
Danantara Bidik 5-10 Persen Saham BEI, Konsorsium Bisa 40 Persen

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berpotensi mengambil porsi sekitar 5%-10% saham Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan proses demutualisasi bursa. Porsi tersebut merupakan kepemilikan yang kemungkinan dimiliki langsung oleh Danantara.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan rencana tersebut masih dalam pembahasan. Hal itu disampaikan Rosan seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (30/9/2026).

"POJK-nya sudah keluar dan kami di Danantara porsinya mungkin ada beberapa. Kami lagi bicarakan, tapi mungkin antara 5% sampai 10%," kata Rosan.

Porsi Konsorsium Bisa 30%-40%

Rosan menegaskan kisaran 5%-10% merupakan porsi yang kemungkinan akan dimiliki langsung oleh Danantara. Sementara itu, angka kepemilikan hingga sekitar 30%-40% dapat mencerminkan kepemilikan secara bersama-sama melalui konsorsium.

"Mungkin karena mungkin ada pihak lain mungkin, ya. Dari ada, apa, kementerian lain mungkin yang ikut, Menteri Keuangan atau yang lain-lain. Jadi kita, bersama-sama. Konsorsium bisa sampai 30% sampai 40%, tapi mungkin porsi Danantara sekitar 5%-10%," jelasnya.

Dengan demikian, Rosan menyebut porsi Danantara tidak mencapai kisaran 30%-40% secara individual. Kisaran tersebut merupakan kemungkinan porsi kepemilikan konsorsium yang melibatkan sejumlah pihak.

Rosan belum merinci siapa saja pihak lain yang akan bergabung dalam konsorsium maupun bagaimana struktur akhir kepemilikan saham BEI nantinya.

Sebelumnya, demutualisasi BEI menjadi bagian dari perubahan struktur kepemilikan bursa setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) terkait perubahan tersebut.

Danantara Siapkan Modal Baru

Komitmen Danantara untuk masuk sebagai pemegang saham BEI sebelumnya juga disampaikan Chief Investment Officer Danantara sekaligus CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir.

Pandu mengatakan Danantara akan masuk ke BEI melalui penugasan dari BPI Danantara dengan membawa modal baru. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk peremajaan teknologi bursa.

“Kami melalui penugasan dari BPI Danantara akan masuk ke pasar modal, ke Bursa Efek Indonesia, yang nanti uangnya pun akan digunakan untuk peremajaan teknologi,” kata Pandu, Rabu (26/8/2026).

Menurut Pandu, demutualisasi menjadi salah satu fokus utama Danantara karena pasar modal yang sehat merupakan bagian penting dari ekosistem investasi suatu negara.

“Menurut kami, demutualisasi pasar modal mungkin paling penting. Tidak ada sektor investasi di dunia di negara maju yang tidak memiliki pasar modal yang sehat,” ujarnya.

Target BEI Jadi Bursa Terbaik di Asia

Pandu mencontohkan Amerika Serikat, China, dan India yang telah memiliki pasar modal yang dalam dan teruji. Ketiga negara tersebut juga telah melakukan demutualisasi bursa dan mengubahnya menjadi perseroan terbatas.

“Ketiga-tiganya juga sudah menjadi PT dan sudah fully demutualized. Yang paling baru itu India, itu pun 10 tahun yang lalu,” katanya.

Menurut Pandu, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan tersebut dengan mempercepat proses demutualisasi BEI. Selain peremajaan teknologi, Danantara juga ingin mendorong pengembangan berbagai kelas aset di pasar modal, mulai dari pasar saham hingga derivatif.

Dalam jangka pendek, Pandu mengatakan Danantara menargetkan BEI menjadi salah satu pasar modal terbaik di Asia Tenggara. Setelah itu, posisi BEI diharapkan dapat meningkat hingga menjadi salah satu bursa terbaik di Asia.

“Kita harus bisa punya short-term aim bagaimana menjadi pasar modal terbaik di Asia Tenggara. Dari Asia Tenggara menjadi salah satu yang terbaik di Asia,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online