OJK Ingatkan Risiko Paylater dan Pinjol di Tengah Lonjakan Pembiayaan

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 16:07 WIB
OJK Ingatkan Risiko Paylater dan Pinjol di Tengah Lonjakan Pembiayaan

Ilustrasi pinjol atau pinjaman oline. - Foto dibuat oleh AI/Stokcake

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat diminta lebih cermat menggunakan layanan pembiayaan digital, termasuk paylater dan pinjaman daring, seiring meningkatnya nilai pembiayaan yang disalurkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan kemudahan memperoleh dana perlu diimbangi pemahaman risiko dan kemampuan memenuhi kewajiban pembayaran.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan perkembangan teknologi membuat proses pembiayaan menjadi semakin cepat dan mudah diakses.

“Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” kata Agusman.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi telah mengubah proses analisis dan penyaluran pembiayaan. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan kini dapat berlangsung dalam hitungan detik melalui pemanfaatan kecerdasan buatan dan machine learning.

“Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan," kata Agusman.

Pembiayaan Paylater Capai Rp13,61 Triliun

Data OJK menunjukkan nilai baki debet layanan buy now pay later (BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan mencapai Rp13,61 triliun pada Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 36,57% secara tahunan (year on year/yoy), dengan total 27,71 juta rekening.

Sementara itu, pembiayaan pinjaman daring atau pindar tercatat sebesar Rp106,94 triliun, meningkat 22,07% secara tahunan. Jumlah pengguna mencapai 189,77 juta akun, terdiri atas 3,02 juta pemberi pinjaman (lender) dan 186,75 juta penerima pinjaman (borrower).

Agusman menilai pembiayaan digital memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Layanan ini juga berpotensi mendukung sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ketika akses keuangan konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pembiayaan digital hadir untuk memperluas akses keuangan, sepanjang tersedia konektivitas dan infrastruktur digital," jelas dia.

OJK Soroti Perlindungan Konsumen

Meski memberikan kemudahan, penggunaan layanan pembiayaan digital tetap perlu disertai pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. OJK menekankan pertumbuhan industri harus diimbangi tata kelola yang baik dan perlindungan konsumen.

Agusman mengatakan OJK akan terus memperkuat kebijakan dan pengawasan untuk mendukung industri yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga ditujukan untuk memitigasi risiko, seperti penyalahgunaan data pribadi, penipuan (fraud), dan risiko terhadap konsumen.

OJK Edukasi Mahasiswa tentang Pembiayaan Digital

Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembiayaan digital juga dilakukan melalui program edukasi. Pada Sabtu (24/10/2026), OJK menggelar kuliah umum bertema “Pembiayaan Digital: Manfaat, Risiko dan Prospek” di Indonesia Banking School (IBS), Jakarta.

Kegiatan tersebut diikuti 137 mahasiswa dan 15 dosen Indonesia Banking School.

Melalui program OJK Mengajar, lembaga tersebut berupaya meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai sektor jasa keuangan dan perkembangan pembiayaan digital. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, memahami risikonya, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online