OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan Digital

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 19:37 WIB
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan Digital

Ratusan pelajar Sekolah Rakyat mengikuti pelatihan literasi keuangan dan kecakapan digital yang digelar OJK di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Jakarta, Selasa (27/10/2026)./Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan kecakapan digital melalui program OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026. Program bertema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi” ini bertujuan mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif sekaligus melindungi mereka dari risiko penipuan digital.

Kegiatan yang digelar di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Jakarta pada Selasa (27/10/2026) tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK untuk meningkatkan pemahaman keuangan dan keterampilan digital generasi muda. Pelaksanaannya juga bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

Program ini dikemas melalui kelas literasi keuangan dan digital kreatif yang interaktif. Para pelajar diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, memahami pengelolaan keuangan, serta mengubah ide dan keterampilan menjadi peluang nyata.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan kemajuan teknologi digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menciptakan peluang ekonomi. Namun, kesempatan tersebut perlu diimbangi pemahaman mengenai risiko yang muncul di ruang digital.

“Ini adalah juga bentuk pelindungan OJK pada masyarakat. Memberikan edukasi, literasi. Supaya adik-adik tidak terkena scam penipuan. Ini banyak sekali korban scam ke anakanak muda,” kata Friderica.

Menurutnya, OJK Digiclass di Sekolah Rakyat turut mendukung program pemerintah dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pelajaran di sekolah, tetapi juga pengetahuan keuangan yang berguna bagi masa depan pelajar.

“Jadi kelas ini spesial. Tidak cuma belajar tentang keuangan. Tapi mengajarkan juga bagaimana kalian paham digital literacy dan financial literacy. Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi suatu pengetahuan yang sangat dahsyat. Pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat untuk masa depan kalian,” kata Friderica.

Literasi Keuangan Pelajar Masih Perlu Diperkuat

Pentingnya edukasi keuangan sejak dini juga tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72%, lebih rendah dibandingkan indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57%.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76%. Perbedaan tersebut menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman keuangan agar generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar Sekolah Rakyat yang hadir juga dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan. Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi melalui keterlibatan aktif generasi muda di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pelajar Diingatkan Kritis Menggunakan Teknologi AI

Selain literasi keuangan, kecakapan digital dan keterbukaan informasi menjadi perhatian dalam OJK Digiclass 2026.

Ketua Komisi Informasi Pusat, Handoko Agung Saputro, menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dan literasi digital untuk memberikan kesempatan yang setara bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi serta meraih cita-cita.

Handoko juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat melalui Sekolah Rakyat.

“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK yang ternyata sangat concern bukan saja dalam hal bidang ekonomi nasional tetapi untuk mendukung dan melaksanakan visi misi Presiden dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa lewat Sekolah Rakyat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, mengingatkan para pelajar agar mencermati perkembangan informasi digital secara kritis, termasuk ketika menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Tapi adik-adik yang saya kasihi, Artificial Intelligence itu hanya alat bantu, bukan pengganti otak kita, bukan pengganti nurani kita, bukan pengganti insting kita sebagai manusia seutuhnya,” katanya.

Pesan tersebut menekankan bahwa pemanfaatan teknologi perlu disertai kemampuan berpikir kritis dan pertimbangan manusia, bukan sekadar mengandalkan hasil yang diberikan perangkat digital.

OJK Perkuat Layanan Informasi Publik

Sejalan dengan upaya meningkatkan keterbukaan informasi, OJK juga terus memperkuat kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Lembaga tersebut mempertahankan predikat Badan Publik Informatif selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2023 hingga 2025.

OJK juga menerima penghargaan Arkaya Wiwarta Prajanugraha pada 2025. Pada 2026, layanan informasi publik OJK atau E-PPID memperoleh sertifikasi internasional ISO 22301:2019.

OJK menyatakan akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi keuangan sekaligus meningkatkan kecakapan digital masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari peran OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online