Uji 5G XLSMART di Kereta Jogja-Solo, Konektivitas Jadi Sorotan
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Seminar Economic Outlook 2027 yang diselenggarakan Bank BPD DIY di Grand Hotel de Djokja, Jogja, Selasa (27/10/2026).
Harianjogja.com, JOGJA—Prospek perekonomian Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2027 diperkirakan membaik, meski dunia usaha masih menghadapi ketidakpastian. Inovasi, efisiensi bisnis, akses pasar, serta dukungan pembiayaan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan ekonomi.
Pandangan tersebut mengemuka dalam seminar Economic Outlook 2027 yang diselenggarakan Bank BPD DIY di Grand Hotel de Djokja, Jogja, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema Economic Resilience 2027: Dinamis Menghadapi Perubahan, Inovatif Menciptakan Pertumbuhan, kegiatan ini menghadirkan sejumlah ekonom dan akademisi untuk membahas tantangan ekonomi tahun depan.
Ekonom INDEF sekaligus pengurus pusat ISEI dan KADIN Indonesia, Aviliani, menilai Bank BPD DIY perlu terus berinovasi dan memperkuat dukungan kepada dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong kontribusi pelaku usaha terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Menurut Aviliani, sejumlah sektor yang dinilai potensial untuk memperoleh dukungan perbankan meliputi pariwisata dan perhotelan, perdagangan dan perdagangan elektronik atau e-commerce, kesehatan, serta jasa.
Dukungan kepada pelaku usaha, lanjutnya, dapat dilakukan melalui peningkatan daya saing produk dan jasa, perluasan akses pasar, serta pembiayaan yang disertai pelatihan dan pendampingan usaha. Langkah tersebut dapat dijalankan melalui layanan perbankan konvensional maupun Unit Usaha Syariah (UUS).
Aviliani juga menyoroti kondisi dunia usaha yang masih menghadapi tekanan. Mengutip kajian KADIN Indonesia pada 2026, ia menyebut kondisi usaha menunjukkan kecenderungan memburuk, meski mayoritas pelaku usaha masih memiliki optimisme terhadap perbaikan kondisi ke depan.
“Optimisme para pengusaha harus disertai perbaikan iklim usaha atau bisnis ke depan,” ujar Aviliani melalui keterangan persnya, Rabu (28/10/2026)
Menurut dia, perbaikan perlu dilakukan dari sisi internal perusahaan melalui inovasi dan efisiensi agar bisnis mampu bertahan menghadapi perubahan. Di sisi lain, pemerintah pusat dan daerah juga perlu mendukung iklim usaha melalui kebijakan fiskal, kemudahan perizinan, serta kebijakan moneter yang responsif terhadap kebutuhan perekonomian.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Perlu Antisipasi
Rektor Universitas Widya Mataram sekaligus Ketua Dewan Pakar ISEI Cabang Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, memperkirakan perekonomian nasional dan DIY pada 2027 akan membaik atau setidaknya berada pada kondisi yang tidak jauh berbeda dibandingkan 2026.
Selain prospek ekonomi secara umum, Edy menyoroti peluang pengembangan ekonomi syariah di DIY. Menurut dia, prospek sektor tersebut dapat semakin kuat apabila berbagai pemangku kepentingan meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai ekonomi serta keuangan syariah.
Peran pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), KADIN, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Bayu Sutikno, menekankan pentingnya membaca proyeksi ekonomi dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% dalam APBN 2027 mencerminkan skenario optimistis pemerintah.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, khususnya yang bersumber dari faktor eksternal, pemerintah dinilai perlu menyiapkan skenario pertumbuhan moderat dan pesimistis sebagai bahan antisipasi kebijakan.
Bayu membandingkan target pemerintah tersebut dengan proyeksi sejumlah lembaga internasional. Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB), menurut paparan dalam seminar, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2%, sedangkan Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 5,1%.
“Dalam kondisi ekonomi ke depan yang penuh ketidakpastian, khususnya faktor eksternal, maka seyogyanya skenario pertumbuhan ekonomi harus dibarengi skenario moderat dan pesimis,” jelas Bayu.
Perbedaan proyeksi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi beragam kemungkinan. Selain mengejar pertumbuhan, kebijakan ekonomi perlu memperhatikan daya tahan dunia usaha agar pelaku bisnis tetap mampu beradaptasi ketika kondisi tidak sesuai dengan perkiraan optimistis.
Bank BPD DIY Bahas Prospek Ekonomi dan Perbankan
Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY, Dian Ari Ani, mengatakan seminar Economic Outlook merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan proyeksi ekonomi serta perbankan pada tahun berikutnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 undangan yang berasal dari berbagai pemangku kepentingan Bank BPD DIY. Peserta mencakup komisaris, komite audit, pimpinan dan staf bank, nasabah, pengusaha, pelaku perbankan, pemerintah daerah, KADIN DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, perguruan tinggi, serta sejumlah asosiasi usaha dan profesi.
Seminar menghadirkan Aviliani, Edy Suandi Hamid, dan Bayu Sutikno sebagai pembicara. Diskusi dipandu Gumilang AS, dosen FEB UGM sekaligus Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta.
Melalui forum tersebut, Bank BPD DIY mempertemukan kalangan perbankan, akademisi, pengusaha, dan pemangku kebijakan untuk membahas tantangan ekonomi ke depan. Pembahasan mencakup prospek pertumbuhan, penguatan sektor usaha, serta peluang pengembangan ekonomi syariah.
Di tengah perubahan ekonomi yang dinamis, penguatan inovasi dan efisiensi bisnis menjadi salah satu perhatian penting. Bagi DIY, dukungan pembiayaan dan perluasan akses pasar bagi UMKM juga berpotensi menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Timnas Indonesia U-15 menyingkirkan Moldova lewat adu penalti 9-8 setelah bermain imbang 3-3 dan melaju ke 16 besar Tier C.
Toprak Razgatlioglu menjalani operasi bahu setelah kecelakaan di Mandalika. Pebalap Yamaha itu harus mengakhiri musim debut MotoGP 2026 lebih cepat.
Mercedes-Benz memastikan pengembangan Baby G-Class terus berjalan. SUV off-road kompak ini diproyeksikan hadir dengan pilihan listrik dan hybrid.
Lazio memimpin klasemen Serie A setelah menang 6-2 atas Sassuolo. AS Roma bertahan di posisi ketiga, sedangkan Como naik ke peringkat keempat.
Pemkab Kulon Progo menambah alokasi lebih dari 700 tangki air bersih melalui APBD Perubahan 2026 untuk membantu warga terdampak kekeringan.