265 Sekolah Rakyat Berdiri di 131 Daerah hingga Oktober 2026
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.
Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta./Antara-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 16,18 poin atau 0,31% ke level 5.282,31 pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Penguatan ini mengikuti tren positif bursa saham kawasan Asia, dengan indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 6,45 poin atau 1,21% ke posisi 539,47.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico mengatakan penguatan pasar saham Asia dipengaruhi pergerakan positif Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut menopang sentimen investor.
“Bursa Asia didominasi penguatan mengikuti Wall Street semalam, di tengah kembali meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Reli tersebut terjadi setelah Anthropic (Claude AI) akan melakukan IPO pada pertengahan November (2026),” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
IHSG Sempat Melemah Sebelum Berbalik Menguat
Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan berlangsung fluktuatif. Indeks dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama, sebelum berbalik ke zona hijau pada sesi kedua sampai perdagangan berakhir.
Dari dalam negeri, penguatan IHSG didukung keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang atau emerging market. Pernyataan pemerintah mengenai pasokan bahan bakar minyak (BBM), baik bersubsidi maupun nonsubsidi, yang masih mencukupi juga menjadi sentimen positif bagi pasar.
Meski demikian, Nico menilai ruang penguatan IHSG masih terbatas karena investor tetap mencermati ketidakpastian mengenai status Indonesia dalam indeks MSCI. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan pasar saham domestik.
Investor Menanti Keputusan Suku Bunga Bank Sentral
Dari pasar global, pelaku pasar menantikan pengumuman kebijakan moneter sejumlah bank sentral utama, yakni Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed), European Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BOJ).
Ketiga bank sentral tersebut diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan pada level yang sama. Proyeksi itu muncul di tengah kondisi geopolitik yang masih belum stabil.
Tekanan lain datang dari harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel. Menurut Nico, kondisi tersebut meningkatkan tekanan fiskal, sementara rencana pemerintah menggratiskan pendidikan hingga tingkat universitas berpotensi menambah beban keuangan negara di tengah berbagai komitmen belanja lainnya.
Di pasar obligasi, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik menjadi 7,66%. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2022, seiring imbal hasil US Treasury yang masih tinggi menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Sektor Kesehatan Memimpin Penguatan, Infrastruktur Tertekan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 1,72%, disusul sektor keuangan sebesar 0,54% serta transportasi dan logistik sebesar 0,30%.
Sebaliknya, delapan sektor mengalami pelemahan. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 2,44%, diikuti sektor energi yang turun 1,32% dan sektor industri yang melemah 0,81%.
Pada perdagangan saham individual, KOPI, KOKA, PBID, MKNT, dan PTSP masuk dalam daftar saham dengan penguatan terbesar. Sementara itu, RCCC, EURO, UDNG, HBAT, dan GRPM menjadi saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar.
Transaksi Saham Capai Rp15,87 Triliun
Aktivitas perdagangan saham di BEI tercatat mencapai 1,53 juta kali transaksi. Total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 31,53 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp15,87 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 281 saham mengalami kenaikan, 429 saham melemah, dan 253 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa saham regional Asia pada Rabu sore. Indeks Nikkei naik 1,52% ke posisi 64.232,00, sedangkan indeks Kospi menguat 6,63% ke level 6.012,44.
Indeks Shanghai turut naik 0,91% ke posisi 3.681,47. Adapun indeks Hang Seng menguat 0,23% ke 23.094,83 dan indeks Strait Times naik 0,02% ke posisi 5.397,91.
Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan yang meluas di sejumlah pasar saham Asia. Namun, investor tetap menghadapi sejumlah faktor yang perlu dicermati, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral, perkembangan geopolitik, hingga tekanan fiskal dan ketidakpastian status Indonesia dalam indeks MSCI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.
Cisdi mendesak kenaikan cukai rokok 50%. Riset memperkirakan output ekonomi naik Rp315,1 triliun dan 1,14 juta lapangan kerja tercipta.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.