Laba JARR Milik Haji Isam Rp349,26 Miliar hingga September 2026, Penjualan Rp3,52 T

I Putu Gede Rama
I Putu Gede Rama Kamis, 29 Oktober 2026 07:47 WIB
Laba JARR Milik Haji Isam Rp349,26 Miliar hingga September 2026, Penjualan Rp3,52 T

Ilustrasi uang rupiah - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, membukukan laba bersih Rp349,26 miliar hingga September 2026. Capaian tersebut meningkat 55,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp224 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kenaikan laba tersebut terjadi seiring pertumbuhan penjualan sepanjang Januari–September 2026. JARR mencatatkan penjualan Rp3,52 triliun, naik 14,20% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari Rp3,08 triliun pada periode yang sama 2025.

Segmen bahan bakar nabati menjadi kontributor utama penjualan dengan nilai mencapai Rp3,46 triliun. Sementara itu, segmen tandan buah segar (TBS) dan kernel membukukan penjualan Rp62,61 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.

Laba Bersih JARR Tumbuh 55,91%

Pertumbuhan penjualan turut diikuti kenaikan beban pokok penjualan. JARR mencatatkan beban pokok penjualan Rp2,81 triliun sepanjang Januari–September 2026, meningkat dari Rp2,55 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski beban pokok penjualan bertambah, laba bruto perseroan tetap meningkat menjadi Rp710,16 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bruto Rp537,35 miliar yang dibukukan JARR pada Januari–September 2025.

Setelah memperhitungkan berbagai beban dan pajak, JARR membukukan laba bersih tahun berjalan Rp349,26 miliar. Realisasi ini mencerminkan pertumbuhan 55,91% dibandingkan Rp224 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba tersebut juga tercermin pada laba per saham. JARR mencatatkan laba per saham Rp37,84 per September 2026, meningkat dari Rp24,27 per saham pada September 2025.

Aset JARR Naik Menjadi Rp4,46 Triliun

Dari sisi neraca, total aset JARR mencapai Rp4,46 triliun per September 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi Rp4,01 triliun pada Desember 2025, seiring kenaikan aset lancar perseroan.

Pada periode yang sama, total liabilitas JARR tercatat Rp2,25 triliun, bertambah dari Rp2,10 triliun pada akhir Desember 2025.

Sementara itu, ekuitas perseroan tumbuh menjadi Rp2,20 triliun per September 2026.

Kinerja keuangan JARR hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan peningkatan aset, disertai kenaikan liabilitas pada periode tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online