Kadin Berharap Ketegangan RI-Singapura Reda Usai Prabowo Bertemu Vivian

Reyhan Fernanda Fajarihza
Reyhan Fernanda Fajarihza Kamis, 29 Oktober 2026 22:57 WIB
Kadin Berharap Ketegangan RI-Singapura Reda Usai Prabowo Bertemu Vivian

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima permohonan pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pertemuan berlangsung pada Rabu (28/10/2026) sore./BPMI Setpres-Laily Rachev\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap ketegangan hubungan Indonesia dan Singapura mereda setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Kamis (29/10/2026). Dunia usaha berharap pertemuan bilateral tersebut dapat menjaga hubungan ekonomi kedua negara, terutama di tengah peran Singapura sebagai salah satu investor jangka panjang di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, mengatakan hubungan Indonesia dan Singapura telah terjalin lama meskipun kedua negara kerap menghadapi pasang surut dalam upaya memperjuangkan kepentingan masing-masing.

Menurutnya, pertemuan antara kedua tokoh tersebut diharapkan mampu meredakan ketegangan dan membuka jalan keluar bagi persoalan yang berkembang. Shinta menyampaikan harapan itu seusai pembukaan Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

“Saya yakin dengan pertemuan yang sudah dijalankan pasti akan ada jalan keluarnya," katanya.

Kadin Belum Melihat Penurunan Minat Investasi Singapura
Shinta menegaskan Singapura telah menjadi investor Indonesia dalam jangka waktu panjang. Investasi tersebut memiliki peran besar dalam mendukung keberlangsungan sektor riil di Tanah Air.

Sejauh ini, Shinta mengaku belum melihat adanya pengaruh ketegangan bilateral terhadap penurunan minat investasi langsung Singapura di Indonesia. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan munculnya sentimen pasar akibat dinamika hubungan kedua negara.

"Bukannya enggak ada pengaruh sama sekali, sentimennya mungkin ada, tetapi ini lebih kami kaitkan kepada pasar modal,” ujar perempuan yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kadin membedakan kemungkinan dampak sentimen di pasar modal dengan minat investasi langsung. Hingga saat itu, Shinta belum melihat indikasi penurunan minat investasi langsung Singapura akibat ketegangan tersebut.

Di tengah dinamika hubungan bilateral, ia mengatakan pelaku usaha tetap berupaya mengatasi berbagai hambatan bisnis, khususnya yang berkaitan dengan regulasi. Dunia usaha berharap investasi dan penanaman modal di Indonesia terus bertumbuh serta dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Singapura Tekankan Pentingnya Dialog dengan Indonesia
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan pentingnya menjaga hubungan bilateral dengan Indonesia di tengah perbedaan kepentingan kedua negara. Sejumlah persoalan yang kembali mencuat meliputi pasokan gas, perdagangan, dan masalah kabut asap.

Vivian menilai negara-negara tetangga di kawasan memiliki hubungan saling bergantung sehingga perlu mengedepankan dialog dan kerja sama ketika menghadapi persoalan bersama. Ia turut menyebut Indonesia, Malaysia, dan Brunei sebagai negara tetangga terdekat Singapura.

"Menurut saya, hal yang ingin saya tekankan adalah bahwa Indonesia, Malaysia, dan Brunei, sebagai negara-negara tetangga terdekat kami, akan selalu saling bergantung satu sama lain," kata Vivian saat menjawab pertanyaan wartawan The Straits Times mengenai hubungan bilateral Singapura dan Indonesia usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (29/10/2026).

Pernyataan Vivian tersebut disampaikan setelah pertemuannya dengan Prabowo. Sementara itu, Kadin berharap komunikasi antarpemerintah dapat membantu meredakan ketegangan sehingga hubungan ekonomi dan iklim investasi kedua negara tetap terjaga.

Bagi dunia usaha, kepastian hubungan bilateral dan penyelesaian hambatan regulasi menjadi hal penting untuk mendukung pertumbuhan investasi serta keberlanjutan kegiatan ekonomi di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online