KAI Gandeng Komunitas Railfans Edukasi Keselamatan di Jalur Rel

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 02 November 2026 13:27 WIB
KAI Gandeng Komunitas Railfans Edukasi Keselamatan di Jalur Rel

Kegiatan Safety Hunting di kawasan Kelok Mertan dan Kalimenur, Sentolo, Kulonprogo Minggu (1/11/2026)./Istimewa-Dokumen Daop 6

Harianjogja.com, JOGJA—Kecintaan terhadap kereta api tidak boleh mengabaikan keselamatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggandeng komunitas pecinta kereta api melalui kegiatan Safety Hunting untuk mengedukasi para penggemar fotografi kereta agar tetap mematuhi aturan saat beraktivitas di sekitar jalur rel.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (1/11/2026) tersebut melibatkan 30 peserta dari berbagai komunitas. Edukasi keselamatan ini dipusatkan di kawasan Kelok Mertan dan Kalimenur, Sentolo, Kulonprogo, yang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit untuk berburu foto kereta api.

Kolaborasi tersebut melibatkan KAI Kantor Pusat, KAI Daop 6 Yogyakarta, dan komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan peserta berasal dari sejumlah komunitas pecinta kereta api, di antaranya IRPS, SSC, Java Train, Edan Sepur, serta sejumlah railfans independen.

Menurut Feni, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas fotografi kereta api, terutama di kawasan yang berdekatan dengan jalur rel.

KAI Ingatkan Aturan Saat Berburu Foto Kereta

Dalam kegiatan Safety Hunting, KAI mengingatkan komunitas pecinta kereta api agar tidak mengabaikan ketentuan keselamatan ketika menyalurkan hobi.

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan, mulai dari menjaga jarak aman dari jalur rel, tidak memasuki ruang manfaat jalur kereta api tanpa izin, hingga menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.

Feni menjelaskan komunitas pecinta kereta api mempunyai posisi penting sebagai mitra KAI dalam menyebarluaskan edukasi keselamatan kepada masyarakat.

"Kami memandang komunitas pecinta kereta api bukan hanya sebagai penggemar perjalanan dan perkeretaapian, tetapi juga sebagai mitra strategis KAI dalam membangun budaya keselamatan," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).

Melalui Safety Hunting, KAI ingin membangun pemahaman bahwa kecintaan terhadap kereta api harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan.

Railfans Diharapkan Jadi Agen Edukasi Keselamatan

Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu pendekatan KAI untuk memperluas jangkauan sosialisasi keselamatan. Kedekatan para railfans dengan dunia perkeretaapian dan aktivitas di lapangan diharapkan membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.

KAI juga berharap anggota komunitas dapat mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai penggemar kereta api, tetapi turut mengingatkan orang-orang di lingkungan sekitarnya agar mematuhi aturan keselamatan.

"Kami berharap para anggota komunitas dapat menjadi agen edukasi yang turut mengingatkan lingkungan sekitarnya untuk selalu menaati aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api," paparnya.

Lebih lanjut, Feni menyampaikan KAI Daop 6 Yogyakarta mengajak seluruh pecinta kereta api untuk terus menyalurkan hobi secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, mengabadikan momen perjalanan kereta api memang menjadi aktivitas yang menyenangkan. Namun, keselamatan diri sendiri, orang lain, serta kelancaran perjalanan kereta api harus tetap menjadi prioritas.

"Melalui sinergi bersama komunitas, kami berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang semakin aman, tertib, dan peduli terhadap keselamatan, sehingga kecintaan terhadap kereta api dapat memberikan kontribusi positif bagi perjalanan kereta api dan masyarakat," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online