Investor Pasar Modal DIY Tembus 332.912 Orang, Tumbuh 22,33 Persen

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 24 Oktober 2026 12:57 WIB
Investor Pasar Modal DIY Tembus 332.912 Orang, Tumbuh 22,33 Persen

Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah investor pasar modal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 332.912 investor pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 22,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 272.135 investor.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza, mengatakan pertumbuhan investor sepanjang 2026 menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang dimiliki BEI DIY, penambahan investor masih berlangsung setiap bulan meski jumlahnya berfluktuasi.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di DIY bertambah 28.633 investor. Rinciannya, penambahan pada Januari mencapai 8.142 investor, Februari 3.614 investor, Maret 2.966 investor, dan April 3.786 investor.

Selanjutnya, jumlah investor bertambah 2.714 pada Mei, 3.399 pada Juni, 2.294 pada Juli, serta 1.718 investor pada Agustus 2026.

"Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah investor pasar modal di DIY pada Agustus 2026 sudah mencapai sekitar 332.912 investor. Angka tersebut meningkat sekitar 22,33% dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 272.135 investor," ujarnya Sabtu (24/10/2026).

BEI DIY Bidik 75.000 Investor Baru

Irfan menjelaskan Kantor Perwakilan BEI DIY menetapkan target penambahan 75.000 investor baru sepanjang 2026. Target tersebut masih terus diupayakan hingga akhir tahun.

"Kalau melihat posisi di pertengahan tahun, target tersebut tentunya masih terus kami upayakan sampai akhir tahun. Yang cukup menggembirakan, pertumbuhan investor masih menunjukkan tren yang positif dan jumlah investor di DIY juga terus bertambah," jelasnya.

Untuk mendukung pencapaian target, BEI DIY akan melanjutkan program edukasi dan memperluas akses investasi bagi masyarakat. Irfan optimistis upaya tersebut dapat mendukung pertumbuhan jumlah investor, meski pencapaian target juga bergantung pada efektivitas program, partisipasi masyarakat, dan kondisi pasar.

Menurutnya, penambahan jumlah investor perlu diikuti dengan pemahaman mengenai risiko investasi agar masyarakat tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka.

"Bagi kami, yang tidak kalah penting adalah memastikan investor baru memahami risiko dan berinvestasi secara bijak, bukan sekadar mengejar pertambahan angka," lanjutnya.

Irfan juga menyebutkan jumlah investor pasar modal secara nasional hingga September 2026 telah mencapai sekitar 32,17 juta investor.

Investor Saham dan Reksa Dana di DIY Tumbuh

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto, menyampaikan bahwa jumlah investor pasar modal di DIY juga menunjukkan pertumbuhan hingga Juni 2026.

Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah Single Investor Identification (SID) saham mencapai 194.401, tumbuh 35,53% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Adapun SID reksa dana mencapai 366.756 atau tumbuh 43,56% yoy. Sementara itu, SID Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebanyak 27.668, meningkat 23,22% yoy.

"Aktivitas pasar modal di DIY didominasi oleh investor individu," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online