Danantara Targetkan Perampingan 700 Perusahaan hingga Akhir 2026

Dany Saputra
Dany Saputra Sabtu, 24 Oktober 2026 11:47 WIB
Danantara Targetkan Perampingan 700 Perusahaan hingga Akhir 2026

Seorang pejalan kaku melintas di depan papan nama Kantor Danantara, jakarta. Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perampingan usaha terhadap 700 perusahaan hingga akhir Desember 2026. Hingga saat ini, sebanyak 364 perusahaan telah masuk dalam program streamlining untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan optimalisasi aset.

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan perkembangan program tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Halaman Tengah Istana Merdeka, Jumat (23/10/2026).

“Di Danantara, Bapak, streamlining yang kami jalankan dalam rangka meningkatkan efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan juga mengoptimalisasi aset saat ini sudah mencapai 364 perusahaan yang sudah kita lakukan streamlining atau penutupan,” kata Rosan, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Rosan, proses perampingan perusahaan akan dipercepat hingga penghujung tahun. Danantara berharap target 700 perusahaan dapat tercapai pada Desember 2026.

“Dan angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaallah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember, Bapak Presiden,” ujarnya.

Selain melaporkan perkembangan perampingan perusahaan, Rosan juga menyampaikan target peningkatan profitabilitas Danantara pada akhir 2026.

Dia menyebut nilai profitabilitas yang ditargetkan pada akhir tahun ini mencapai Rp334 triliun.

“Dan juga dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan, Bapak, sehingga pada target di akhir tahun ini bisa mencapai Rp334 triliun,” kata Rosan.

Danantara (BPI Danantara), adalah badan pengelola investasi strategis nasional atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia yang dibentuk untuk mengonsolidasikan serta mengoptimalkan aset-aset kekayaan negara. Berfungsi sebagai super holding, lembaga ini dirancang untuk mengelola berbagai perusahaan pelat merah berskala besar dan aset strategis secara profesional, transparan, serta berstandar global.

Melalui integrasi investasi yang terpusat, Danantara bertujuan untuk meningkatkan daya saing, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif, serta memaksimalkan nilai tambah dari potensi sumber daya demi kesejahteraan masyarakat luas.

Selain itu, langkah strategis ini diyakini akan mempercepat transformasi struktural ekonomi nasional agar lebih mandiri dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online