Konsumsi Minyak Singapura Tertinggi di Dunia

Jumali
Jumali Sabtu, 07 November 2026 08:57 WIB
Konsumsi Minyak Singapura Tertinggi di Dunia

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Singapura menempati peringkat pertama sebagai negara dengan konsumsi minyak per kapita tertinggi pada 2025. Angkanya mencapai 93,63 barel per orang dalam setahun, jauh melampaui negara dan wilayah lain dalam daftar yang disusun berdasarkan data Eni melalui laporan World Energy Review 2026.

Namun, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan banyaknya minyak yang digunakan secara langsung oleh setiap penduduk Singapura. Penghitungan konsumsi minyak per kapita juga memasukkan kebutuhan bahan bakar kapal untuk pelayaran internasional, bahan bakar kilang minyak, serta biofuel.

Komponen tersebut membuat aktivitas ekonomi dan perdagangan ikut memengaruhi hasil pengukuran. Kondisi Singapura sebagai salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal dunia menjadi faktor penting di balik tingginya angka konsumsi minyak per penduduknya.

Data Eni mengukur konsumsi minyak dengan membagi jumlah minyak yang digunakan selama satu tahun dengan jumlah penduduk. Karena itu, negara dengan kegiatan industri dan pelayaran yang besar serta populasi relatif kecil dapat mencatat angka konsumsi per kapita yang tinggi.

Daftar 15 Negara dan Wilayah dengan Konsumsi Minyak Tertinggi

Singapura berada cukup jauh di atas Curaçao yang menempati urutan kedua. Sementara itu, Brunei Darussalam berada di posisi ketiga dengan konsumsi kurang dari separuh angka Singapura.

Berikut daftar 15 negara dan wilayah dengan konsumsi minyak per kapita terbesar pada 2025 berdasarkan data Eni:

  1. Singapura: 93,63 barel per kapita per tahun.

  2. Curaçao: 84,41 barel per kapita per tahun.

  3. Brunei Darussalam: 43,83 barel per kapita per tahun.

  4. Qatar: 40,19 barel per kapita per tahun.

  5. Malta: 39,65 barel per kapita per tahun.

  6. Kuwait: 39,23 barel per kapita per tahun.

  7. Uni Emirat Arab: 36,74 barel per kapita per tahun.

  8. Arab Saudi: 36,68 barel per kapita per tahun.

  9. Luksemburg: 26,46 barel per kapita per tahun.

  10. Kanada: 22,53 barel per kapita per tahun.

  11. Amerika Serikat: 22,10 barel per kapita per tahun.

  12. Islandia: 19,82 barel per kapita per tahun.

  13. Belgia: 18,62 barel per kapita per tahun.

  14. Bahrain: 18,09 barel per kapita per tahun.

  15. Korea Selatan: 17,22 barel per kapita per tahun.

Daftar tersebut memperlihatkan kuatnya posisi sejumlah negara Timur Tengah dalam konsumsi minyak per kapita. Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi masing-masing menempati peringkat keempat, keenam, ketujuh, dan kedelapan.

Tingginya konsumsi di kawasan tersebut berkaitan dengan kebutuhan energi industri yang besar. Harga bahan bakar yang secara historis relatif murah dan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil perhitungan per kapita.

Aktivitas Pelabuhan Singapura Memengaruhi Angka Konsumsi Minyak

Posisi Singapura sebagai pusat perdagangan dan pelayaran internasional turut menjelaskan mengapa negara tersebut berada jauh di atas pesaingnya. Negara tetangga Indonesia ini merupakan salah satu pusat pengisian bahan bakar kapal terbesar di dunia.

Letak geografis Singapura di jalur Selat Malaka membuat wilayah tersebut menjadi bagian penting dari jaringan pelayaran dan perdagangan internasional. Kapal-kapal yang melintasi kawasan ini dapat singgah di pelabuhan Singapura untuk mengisi bahan bakar sebelum meneruskan perjalanan.

Besarnya aktivitas pelabuhan juga terlihat dari lalu lintas peti kemas. Pada 2025, Pelabuhan Singapura menangani 44,66 juta TEU dan menjadi pelabuhan peti kemas tersibuk kedua di dunia setelah Shanghai. Data otoritas maritim Singapura juga mencatat penjualan bahan bakar kapal mencapai 56,77 juta ton pada tahun yang sama.

Aktivitas tersebut berkaitan langsung dengan cara penghitungan konsumsi minyak dalam laporan Eni. Bahan bakar yang disalurkan untuk kebutuhan kapal internasional ikut masuk dalam perhitungan, sehingga total konsumsi minyak Singapura tidak hanya mencerminkan kebutuhan rumah tangga atau kendaraan penduduknya.

Jumlah penduduk yang relatif kecil turut memengaruhi hasil akhirnya. Ketika konsumsi minyak untuk kegiatan pelayaran, perdagangan, dan industri dibagi dengan populasi yang tidak terlalu besar, angka per kapita yang dihasilkan menjadi tinggi.

Dengan demikian, peringkat pertama Singapura perlu dibaca dalam konteks aktivitas ekonomi dan perannya di sektor maritim global. Angka 93,63 barel per kapita per tahun merupakan ukuran konsumsi minyak secara keseluruhan berdasarkan cakupan penghitungan tersebut, bukan taksiran pemakaian minyak pribadi setiap warga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online