Cerita Kaesang Saat Menentukan Lokasi Gerai Sang Pisang di DIY

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Minggu, 08 April 2018 07:17 WIB
Cerita Kaesang Saat Menentukan Lokasi Gerai Sang Pisang di DIY

Driver Grab antre di gerai Sang Pisang, Babarsari, Sleman, Sabtu (7/4/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, SLEMAN-Kaesang Pangarep membuka gerai Sang Pisang di DIY, tepatnya di Sleman. Dalam pembukaan gerai ke-14 yang terletak di Ruko Babarsari ini Kaesang Pangarep menyimpan banyak cerita dan harapan. 

Kaesang yang sore itu sedang memberi pengarahan kepada staf di gerai barunya itu sejenak meninggalkan pekerjaannya dan menyambut Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Wali Kota Heroe Purwadi. Dalam kesempatan itu Kaesang mengatakan tadinya dia hendak menyewa gerai di Galeria Mall atau Malioboro, tetapi biaya sewanya dirasa terlalu tinggi.

"Di Malioboro dan Galeria Mall mahal banget, Bapak [Presiden Joko Widodo] juga bilang gitu. Saya ingin usaha sendiri tanpa bantuan Bapak," kata Kaesang saat pembukaan Sang Pisang Ruko Babarsari, Sabtu (7/4/2018).

Kaesang mengatakan, akhirnya dia memutuskan untuk menyewa gerai di Ruko Babarsari karena dia memandang kawasan Babarsari cocok dengan segmen produk yang dipasarkannya. Selain itu, biaya sewa dirasa cocok dengan budgetnya. "Pisang nugget dagangan saya ini targetnya memang mahasiswa, kalau orang tua masih susah menerima, di sini lokasinya strategis karena banyak kampus," kata Kaesang.

Dalam pembukaan gerai Sang Pisang ini, Kaesang menjalin kerja sama dengan puluhan driver Grab yang siap siaga di depan gerainya sejak pukul 09.00 WIB. Kaesang mengaku sudah ada beberapa pesanan yang datang kepada driver saat hari grand opening.

"Saya langsung koneksikan usaha saya dengan Grab. Tadi sudah ada beberapa yang dapat orderan," kata Kaesang.

Selain itu, Kaesang juga memberi puluhan driver Grab satu kotak pisang Sang Pisang gratis. Beberapa dari mereka pun ada yang diberi dua kotak untuk sanak dan keluarganya di rumah. 

Kaesang berharap pendirian gerainya di kota pelajar ini dapat menuai kesuksesan. Pasalnya, Sleman memiliki populasi pelajar yang cukup tinggi. "Ada delapan varian rasa yang saya hadirkan di sini. Ke depan saya akan buka gerai lagi di Balikpapan dan Bogor," kata dia.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online