Ingin Kembangkan Syariah, BI Sodorkan 5 Strategi

Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus Rabu, 25 Juli 2018 23:30 WIB
Ingin Kembangkan Syariah, BI Sodorkan 5 Strategi

Ilustrasi perbankan syariah./Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Indonesia mendorong lima strategi pengembangan ekonomi syariah Indonesia agar mampu bersaing dengan negara lain. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan lima langkah dibutuhkan agar Indonesia bisa sukses menyaingi negara lain yang telah lebih dulu menguasai pasar industri halal global. 

Saat ini, dia mencontohkan Australia telah dikenal sebagai produsen daging halal, sementara Thailand menjadi eksportir bumbu halal. Tidak ketinggalan, Jepang mulai mengembangkan pariwisata dan kuliner halal. "Apakah kita tidak sedih dan prihatin? Kita hanya sebagai importir dan pengguna produk halal saja" ujar Perry di Bappenas, Rabu (25/7). 

Melihat kondisi ini, dia menyampaikan lima strategi untuk pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Pertama, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan dukungan pemerintah. Perry yakin Presiden Joko Widodo memberikan dukungan penuh. 

Kedua, pengembangan ekonomi syariah harus dicanangkan sebagai program nasional. Ketiga, pembentukan badan khusus yang mengkoordinasikan ekonomi syariah. Keempat, fokus kepada sektor yang mendatangkan manfaat kompetitif, seperti makanan halal atau halal food dan halal fesyen serta farmasi dan keuangan syariah. 

"Kenapa halal food, karena kita konsumen terbesar dan resource ada, tinggal memproses," kata Perry. Sektor-sektor ini jika dikembangan dapat menjadi sumber devisa keuangan. 

Kelima, Perry menegaskan pengembangan ekonomi syariah memerlukan strategi nasional. Semua rencana masing-masing BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan badan lainnya harus dikumpulkan menjadi satu usaha. "Tidak masalah itu menjadi milik siapa yang penting dikerjakan bersama," tegas Perry. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online